ASUS ROG GX800, Notebook Impian Para Gamer
Beberapa waktu yang lalu saya mendengar cerita seorang teman yang membeli notebook untuk main game, suatu hal yang aneh menurut pemikiran saya waktu itu mengingat notebook biasanya memiliki spek teknis terbatas. Kemudian baru saya tahu bahwa saat ini sudah ada beberapa brand yang membuat notebook yang dikhususkan untuk kalangan gamer.
Seperti Asus misalnya, baru-baru ini mereka merilis notebook seri Republic of Gamers terbaru mereka yaitu ASUS ROG GX800 sebagai penerus dari seri GX700.

Notebook Asus ROG GX800 untuk gaming ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i7 7820HK dengan clock speed 4,6 Ghz di tiap core-nya. Dengan spek setinggi itu tentu saja akan membantu meningkatkan frame rate pada game dan mempercepat proses rendering obyek-obyek tiga dimensi di dalam game.
Tak cukup sampai di situ, Asus juga memberikan kemudahan kepada pengguna untuk melakukan overclocking prosesornya agar lebih ngebut lagi menggunakan aplikasi yang terinstal di notebook.
| Processor | Intel® Core™ i7 6820HK |
| Operating system | Windows 10 Home Windows 10 Professional |
| Display | 18.4-inch (16:9 aspect) LED-backlit 4K UHD (3840 x 2160) display with anti-glare coating 100% Adobe RGB NVIDIA® G-SYNC™ technology |
| Cameras | HD web camera |
| Memory | Up to 64GB DDR4 2800MHz SDRAM |
| Wireless | Integrated 802.11ac Wi-Fi Bluetooth® 4.1 |
| Connectivity | 1 x microphone jack 1 x headphone-out jack (S/PDIF) 2 x USB 3.1 with USB Type-C™ connector 3 x USB 3.0 1 x RJ45 LAN 1 x HDMI 1 x docking port (hot-swap) 1 x mini DisplayPort 1 x SD Card reader |
| Audio | ASUS Sonic Studio Casting Enhancer ASUS Sonic Radar Array microphone 4 x 3W speakers |
| Battery | 8-cell, 76Wh battery |
| Size | ROG GX800: 458 x 338 x 454mm Hydro Overclocking System: 359 x 418 x 133mm |
| Weight | ROG GX800: 5.7kg Hydro Overclocking System: 4.7kg |
Selain prosesor yang yahud, ROG GX800 dilengkapi dengan dua buah VGA card GTX 1080 yang merupakan VGA kelas atas besutan Nvidia. Kombinasi prosesor high-end dan VGA berteknologi tinggi tersebut menjamin game-game akan bisa dimainkan dengan kualitas terbaik di layar 18,4 inchi yang terpasang.

Untuk mengimbangi panas yang dihasilkan oleh kerja keras prosesor Intel Core i7 7820HK dan dua VGA GTX 1080, Asus melengkapi laptop ini dengan teknologi pendingin berupa radiator dengan sistem docking.
Saat terpasang, teknologi water cooling ini akan mengalirkan coolant (cairan pendingin) ke dalam saluran khusus di dalam notebook untuk membuat prosesor dan kedua VGA tetap adem sehingga bisa digeber untuk main game dalam waktu lama.

Konsekuensi dari penggunaan sistem pendingin canggih ini adalah diperlukannya dua buah power adapter, masing-masing untuk ROG GX800 dan docking water cooling. Meski demikian, sebenarnya kita sudah bisa mendapatkan performa ROG GX800 hingga 90% tanpa docking pendingin sekalipun asalkan power adapter berukuran 330 watt tersebut terus memasok listrik ke notebook.
Kemudian agar game yang dimainkan bisa berjalan tanpa hampatan, proses baca dan tulis data ke media penyimpanan haruslah maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Asus memasukkan tiga buah SSD (Solid State Disk) seri SM951 dari Samsung yang saat ini diklaim sebagai SSD tercepat di abad ini.
Ketiga SSD tersebut bekerja bersama menggunakan teknologi PCIE generasi ke tiga dengan kecepatan baca tulis hingga 20 GB per detik.
Satu hal menarik lainnya dari ASUS ROG GX800 ini adalah penggunaan mechanical keyboard yang mampu mengatasi ghosting effect saat kombinasi beberapa tombol ditekan dalam waktu bersamaan.

Dengan mechanical keyboard, selain jari-jari merasa nyaman merasakan “click” saat menekan tiap tombol keyboard, lampu LED yang terpasang di balik setiap tombol membuat pengalaman gaming maupun pekerjaan sehari-hari lebih menyenangkan.
Tombol W, A, S, dan D yang paling sering digunakan untuk memainkan game juga mendapatkan aksen warna berbeda agar terlihat lebih mencolok.
Tak kalah menarik, dalam paket pembelian notebook gaming ROG GX800 ini juga dilengkapi dengan mouse Gladius yang didesain khusus untuk bermain game yang dapat diatur DPI-nya hingga 6400 dan cocok untuk main game First Person Shooter.

Terdapat juga sebuah antena Wi-Fi eksternal yang menjamin konektivitas ke jaringan lebih baik agar tidak terjadi lag saat memainkan game online. Menurut Asus, dengan antena eksternal ini penangkapan sinyal bisa meningkat hingga 50% dibanding jika menggunakan antena standar.
Dengan segala spesifikasi teknis tersebut, rasanya mata dan telinga benar-benar dimanjakan dengan performa game yang selama ini hanya bisa dinikmati di PC desktop.

Sangat menyebalkan saat kita harus menurunkan kualitas grafis demi kelancaran permainan bukan? Dengan ROG GX800 ini rasanya semua pengaturan grafis bisa digeser ke nilai maksimal tanpa harus kehilangan kenyamanan bermain game karena keterbatasan hardware.


Menggeser seluruh pengaturan grafis pada suatu game mentok ke kanan adalah impian banyak orang, terutama penggemar game dengan antarmuka grafis yang menawan. Sayangnya, untuk mendapatkan seluruh fitur tersebut kita harus merogoh kocek sangat dalam karena harga notebook ROG GX800 ini cukup fantastis.
Namun bagi beberapa orang, kesenangan dan kepuasan dalam memainkan game adalah segalanya dan Asus memberikannya melalui produk notebook gaming ROG GX800 ini.
You may also like
4 comments
Leave a ReplyCancel reply
Archives
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2023
- January 2023
- October 2022
- August 2022
- April 2022
- March 2022
- January 2022
- July 2021
- October 2020
- August 2020
- June 2020
- January 2020
- November 2019
- July 2019
- December 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- May 2018
- March 2018
- February 2018
- December 2017
- September 2017
- June 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
- July 2015
- June 2015
- April 2015
- March 2015
- February 2015
- January 2015
- December 2014
- November 2014
- October 2014
- September 2014
- August 2014
- July 2014
- May 2014
- April 2014
- March 2014
- February 2014
- November 2013
- October 2013
- September 2013
- July 2013
- June 2013
- January 2013
- December 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- June 2006
- March 2006
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
tuku leptop iki trus dipamerke, njajal wifi gratisan, trus mung mbuka fb.
EPIC!!
=))
laptop seharga motor seport jeng, mantab
Aku ra mudeng. Apa enaknya main game pake laptop imut gitu? (Oke, ukurannya ga imut, tapi kecil tetep lah).
Lah, aku main game balap sama Sonic (emulate Sega) di MacBook Pro aja tak colokin ke TV. Hahahaha…
wahh ini nih saingannya acer predator 21X, sama sama ngandelin 2 buah vga 1080. tapi harganya sih menang asus. hehe