Burung Elang di Atas Rumah

March 5, 2018 | Daily, Sejarah Keren | , , , , , , ,

Sekitar satu minggu yang lalu (pas weekend), kami mendapati seekor burung elang melayang-layang di atas rumah kami. Saya dan Lumen mendengar suara melengking saat sedang berada di samping rumah. Kami berpandangan lalu berteriak, “suara elang!”.

burung-elang

Begitu menengok ke atas, ternyata benar ada seekor elang melayang-layang di atas rumah kami sambil sesekali mengeluarkan suara melengking.

(more…)

1 comment


Memasang Wallpaper Sendiri

February 13, 2018 | Daily | , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu saya mendapat mandat dari Puan Peri untuk memasang wallpaper di dinding dapur. Setelah menamatkan beberapa video di Youtube dan membaca beberapa artikel hasil googling, maka dengan mantab hati saya melakukan pekerjaan rumah tersebut.

Pertama, membuat adonan lem untuk menempelkan wallpaper. Lem yang “mentahnya” berbentuk serbuk tersebut harus ditaburkan perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit ke dalam air yang diaduk agak kencang agar bisa tercampur rata dan tidak menggumpal. Baca aturan pemakaian dan saran takaran untuk mendapatkan hasil terbaik.

mencampur lem untuk memasang wallpaper

Setelah adonan lem dibiarkan sekitar 10 menit (lebih lama juga boleh), ia akan mengental dan siap digunakan untuk memasang wallpaper. Sikat bergagang kayu pada gambar di atas saya gunakan untuk mengoleskan lem ke wallpaper agar bisa merata. Selain sikat, kita juga bisa menggunakan kuas.

Sambil menunggu adonan lem tercampur dengan baik, saya memotong-motong wallpaper yang awalnya berbentuk gulungan dengan lebar 50cm dan panjang 5 meter. Cara memasang wallpaper adalah dari atas ke bawah atau sebaliknya, bukan dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri.

memotong wallpaper sesuai ukuran

Disarankan untuk memotong wallpaper sedikit demi sedikit agar pola gambar di wallpaper bisa saling bersambung. Potonglah sesuai ukuran yang diinginkan, olesi lem secara merata, lalu tempelkan ke tembok perlahan-lahan sambil ditekan-tekan.

Agar wallpaper bisa menempel dengan baik dan tidak ada gelembung udara, kita bisa menggunakan wiper pembersih kaca untuk menyeka ke segala arah. Sisa-sisa lem mungkin akan keluar dari tepian potongan wallpaper, tinggal di-lap dengan tisu atau kain saja.

Setelah memasang satu bagian wallpaper, iris potongan wallpaper untuk sebelahnya sambil ngepasin pola gambarnya. Gunakan cutter atau pisau yang sangat tajam untuk memotong sisa wallpaper di bagian ujung setelah ditempel ke dinding.

Saya sangat menganjurkan menggunakan cutter untuk memotong wallpaper. Saat ujung cutter sudah mulai tumpul, tinggal patahkan saja dan cutter bisa digunakan lagi dengan ketajaman yang sama.

Setelah semua bagian dinding yang akan dipasangi wallpaper tertutup wallpaper, langkah selanjutnya adalah memotong dan merapikan ujung-ujungnya.

memasang wallpaper sendiri

Ada yang merasa aneh dengan gambar wallpaper di atas?

Setelah dua hari, saya baru sadar bahwa gambar yang saya tempel terbalik atas bawahnya. Bayangan bata seharusnya ada di sisi bawah tapi ternyata malah saya pasang di atas. Aduh gimana coba? 😮

4 comments


Cerita Singkat Tentang Api

December 23, 2017 | Daily

ilustrasi api - fire illustration

Sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan, saya baru tahu bahwa teknik pembuatan api ternyata baru ditemukan sekitar 120.000 tahun yang lalu.

Sebelum menguasai teknik pembuatan api, perkenalan manusia dengan api terjadi karena faktor bencana alam seperti serangan naga, kebakaran hutan, atau petir yang menyambar pohon hingga terbakar.

(more…)

2 comments


Masakan Dunia Barat yang Tanpa Rasa

September 30, 2017 | Daily | , , , ,

Ketika berbagi cerita dengan teman atau kenalan yang pernah merasakan pergi ke luar negeri dan mencicipi masakan asli sana, satu hal yang hampir pasti dikeluhkan adalah makanan sana yang rasanya tawar, seperti tidak dibumbui. Sehingga tak jarang ditemui orang yang pergi ke luar negeri berbekal saus sambal baik botolan maupun sachetan.

Mengenai kurangnya citarasa makanan di dunia barat, perlu diingat bahwa sejarah pernah mencatat VOC sukses menjadi perusahaan terkaya sepanjang masa karena berhasil menjarah rempah-rempah nusantara dan menjualnya di tanah barat sana. Bahkan konon dari 7 kapal yang bertolak dari nusantara, hanya satu yang berhasil mencapai daratan Belanda. Itu pun hasil penjualannya bisa digunakan untuk membayar lunas hutang kerajaan Belanda.

Tapi apa iya masakan sana benar-benar tanpa citarasa? Jangan-jangan lidah kita saja yang terlanjur dimanja aneka bumbu sehingga mati rasa?

Kalau mau membuka mata dan membuka hati –tsaah–, kita akan menemukan bahwa tiap bahan makanan sudah memiliki citarasa sendiri. Cobalah nikmati dan temukan rasa khas dari tiap bahan makanan, tentu akan lebih banyak hal baru yang bisa dipelajari.

Tapi memang tak bisa dipungkiri bahwa nasi padang adalah masakan yang paling enak di dunia sih.. Titik.

5 comments


Mumpung Padhang Mbulan

June 9, 2017 | Daily | , , , , , ,

Mumpung bulan sedang purnama, ayo keluar dan gelar tikar –atau kardus bekas kalau tak punya. Bawa bantal untuk alas duduk agar pantat tidak pegal dan sarung atau selimut agar lebih nyaman.

Duduklah di atas bantal, lalu lihat ke atas, ke arah purnama yang sedang bersinar. Jangan lupa ambil cemilan atau kolak sisa buka puasa. Amboi..

Jaman saya masih kecil dulu, orang-orang tua bercerita bahwa bentuk permukaan bulan saat purnama membentuk gambaran seorang bidadari yang sedang memangku kelinci. Ada juga yang menyebutkan bahwa yang dipangku adalah seekor kucing. Entah mana yang benar.

Waktu itu listrik belum masuk ke desa kami sehingga malam purnama yang cerah adalah suatu anugerah tersendiri.

Sementara orang-orang dewasa duduk di tikar pandan atau lampit bambu sambil bertukar cerita tentang keadaan sawah atau jalan masuk desa yang remuknya nauzubillah, anak-anak kecil malam itu seolah dibebaskan berlarian main petak umpet atau ninja-ninjaan menggunakan kain sarung.

Purnama sidi adalah waktu di mana kami boleh bebas berlarian atau main petak umpet di halaman rumah tetangga pada malam hari tanpa khawatir menabrak pohon saat mencari tempat untuk bersembunyi.

Meskipun resiko menginjak kotoran ayam yang bertaburan di halaman masih mengintai, kami akan tetap bermain hingga salah satu anak ada yang  menangis –karena jatuh atau melihat demit– atau disuruh pulang bapaknya sambil menenteng batang kayu.

Saya hampir mengabaikan kenikmatan purnama tersebut hingga setahun yang lalu saat diajak teman mampir ke sebuah rumah yang dinding depannya dilapisi lembaran papan kayu di Jalan Aceh, Bandung.

Sekitar jam 11 malam, datanglah seorang bapak yang usianya kira-kira 50-60 tahun. Ia bertanya kepada anak-anak muda yang bercengkerama di sana, “purnamanya bagus nih, ngga pada keluar?”

No comment


Weekend Project: Membuat Pagar

March 29, 2017 | Daily, Ngoprek, Technical Stuffs | , , , , , ,

Sudah sejak beberapa minggu yang lalu saya berniat untuk membuat pagar pembatas antara ruang samping dengan halaman. 

Ternyata saya baru bisa meneruskan hari Selasa kemarin, padahal kayu sudah dibeli sejak beberapa hari yg lalu dan sudah mulai saya potong hari Sabtu dan Minggu. 

Sebenarnya sudah ada pagar pembatas yang saya buat sewaktu awal-awal pindah rumah namun ternyata kurang tinggi. Selain kucing masih bisa melompat masuk, atap ruang samping/dapur jadi terlihat dari luar. 

Setelah melakukan pengukuran dan pengepasan (uji coba pemasangan bingkai pagar) selanjutnya kayu-kayu tersebut saya rangkai mengikuti pola pagar sebelumnya. 

Karena belum memiliki perlengkapan yang memadai, akhirnya segala macam alat saya gunakan. Termasuk penggaris siku milik Lumen yang berupa mainan dari plastik. 

Begitu juga dengan gergaji, entah kenapa gergaji kayu yang saya miliki kurang nyaman digunakan. Iseng coba pakai gergaji besi malah butuh waktu terlalu lama. Akhirnya yang terpakai adalah gergaji kecil di swiss army knife Wenger. 

Lumen sangat antusias dengan proyek ini dan berusaha membantu saya sebisanya. Dia paling senang memasang sekrup di lubang yang saya siapkan dan lalu saya yang mengencangkan sekrupnya. 

Pengerjaan pagar akhirnya selesai di malam hari setelah siang sempat jeda hingga sore karena harus mengantar Lumen ke dokter gigi untuk menambal ulang gigi yang tambalannya lepas. 

Meski sudah selesai, pagar belum saya pasang karena belum dicat. Mudah-mudahan dalam 1-2 hari ke depan bisa selesai dicat dan begitu kering langsung dipasang. 

No comment


Memindah Feeder Radarbox

February 3, 2017 | Daily | , , , , ,

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, saya mendapatkan feeder dari RadarBox untuk saya pasang di rumah. Namun jangkauannya tidak maksimal karena posisi geografis rumah yang kurang menguntungkan (di perbukitan).

Atas ijin Pak Bos, beberapa hari yang lalu saya memindahkan feeder RadarBox tersebut ke kantor dengan pertimbangan adanya tower yang cukup tinggi untuk memasang antena.

(more…)

2 comments


Masak Mie Ayam di Rumah

January 14, 2017 | Daily | , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu Puan Peri punya ide untuk masak mie ayam di rumah dan Lumen menyambut ide tersebut dengan gembira.

Pembuatan mie ayam sempat tertunda satu hari karena sudah beli semua bahan tapi malah lupa beli mie. Akhirnya besok malamnya berhasil masak mie ayam dan kami menikmati makan malam dengan menu mie ayam.

Saya sempat nambah beberapa kali dan Lumen juga menghabiskan porsi mie ayamnya dengan lahap. 

Suka! 

2 comments


OM TELOLET OM

December 21, 2016 | Daily | , ,

Bagi pembaca yang bingung apa, kenapa, dan bagaimana munculnya OM TELOLET OM ini, akan saya ceritakan bagaimana munculnya fenomena yang dalam dua harian ini mendunia dan menjadi trending topic di beberapa website media sosial.

Tren ini bermula dari sekumpulan anak-anak baru gede yang menghabiskan waktu luangnya untuk nongkrong di pinggir jalan sambil merekam foto dan video bus-bus besar yang lewat, termasuk variasi suara klakson masing-masing bus.

Video-video rekaman bus tersebut mereka unggah ke Youtube dan disebarkan ke komunitas-komunitas pertemanan mereka lalu terjadilah efek bola salju yang menyebabkan aktivitas ini semakin populer. Terima kasih untuk harga smartphone yang semakin terjangkau sehingga anak-anak bisa mendapatkannya!

Tren ini tak hanya terjadi di kalangan anak-anak namun juga diramaikan oleh orang-orang dewasa pemuja bus. Boleh percaya boleh tidak, komunitas penggila bus ini cukup besar jumlahnya.

Misalnya saat saya sedang menunggu bus di terminal Balapan Solo, ada banyak orang yang datang ke terminal hanya untuk melihat sebuah bus baru yang mulai beroperasi pagi itu. Saya sendiri agak kaget waktu itu demi melihat banyak orang menyempatkan datang hanya untuk melihat bus baru hehe..

Jadi tren telolet ini sebenarnya sudah cukup lama berlangsung. Berikut ini salah satu video yang saya dapatkan di Youtube yang diunggah kurang lebih dua tahun yang lalu.

Kemudian fenomena ini menjadi trending topic dalam dua hari terakhir gara-gara banyak akun gak jelas yang nyepam di akun media sosial artis-artis luar negeri dan membuat mereka bertanya-tanya apa itu OM TELOLET OM. Begitu mengetahui maknanya, mereka malah bahagia 😀

1 comment


Pindahan Rumah

December 3, 2016 | Daily | , , ,

Mulai hari Senin kemarin, kami bertiga pindah ke tempat tinggal yang baru di daerah Sedayu, Bantul. Tempatnya masih asri dengan kontur tanah agak naik turun.

Untuk menuju ke tempat kerja, rumah yang sekarang ini lebih jauh empat kali lipat jika dibandingkan dengan tempat tinggal sebelumnya. Alhasil, setiap hari harus bangun lebih pagi agar datang tidak terlambat. 
Ada beberapa hal yang harus saya selesaikan dalam beberapa hari ini, seperti membuat pagar dan rak pakaian sebagai pengganti lemari. Juga mengganti lampu lama dengan lampu baru yang lebih nyaman di mata dan hemat energi. 

Yang agak kasihan adalah Lumen karena kehilangan teman-teman bermainnya. Di sini ada beberapa tetangga yang memiliki anak kecil namun jumlahnya tidak terlalu banyak. 

Satu lagi yang menjadi perhatian kami adalah tidak adanya pasar di sekitar rumah yang sekarang. Untungnya ada beberapa warung yang menjual sayuran segar tidak jauh dari sini. 

Oiya saya juga belum menemukan kolam renang di sekitar sini 😅

5 comments