Menghadiri Undangan Kumpul Bareng Asus & Pricebook

September 5, 2018 | Daily

Pada tanggal 30 Agustus kemarin, saya mendapatkan undangan untuk datang ke acara yang diselenggarakan oleh ASUS dan Pricebook dengan tajuk “Jagongan Bareng Media dan Blogger Yogyakarta”. Setelah mendapat kepastian dari  Mbak Amanda bahwa acara dimulai jam 4 sore maka saya memutuskan untuk datang ke acara tersebut yang lokasinya tidak jauh dari tempat saya bekerja.

Karena baru bisa keluar kantor jam 16:00, saya baru tiba di venue sekitar pukul 16.20 WIB dan sudah banyak teman-teman blogger maupun media yang datang. Setelah registrasi di front desk dan diberikan stiker bertuliskan nama untuk ditempel di dada, saya lalu duduk bergabung bersama teman-teman undangan yang lain. Ternyata sudah ada Mas Yahya juga di tempat tersebut.

Saya datang tanpa mengetahui agenda atau isi acara tersebut bakal membahas apa karena tidak ada informasi sebelumnya. Setelah melihat dengan sepintas gambar yang ditampilkan pada layar proyektor di depan, saya sedikit mengetahui bahwa acara ini akan membahas rilis smartphone Asus.

Tak lama setelah saya duduk, datang juga Mas Jarwadi dan Mas Gojeg.

(more…)

4 comments


Ada yang sama, ada yang beda

August 27, 2018 | Daily

wroclaw 2014

Pramusaji berbadan mungil di depan saya menghitung menggunakan tangan saat mencatat menu yang kami pesan. Dimulai dari jari jempol untuk angka satu, jari jempol dan telunjuk untuk angka dua, jari jempol, telunjuk, dan jari tengah untuk angka tiga, dan seterusnya.

Saya mengamati hal yang terlihat sepele namun menarik ini saat sedang mampir minum di sebuah kafe kecil di Kota Wroclaw, Polandia. Berbeda dengan kita yang berhitung menggunakan tangan dan diawali jari manis, mereka memulainya dari jempol.

Selanjutnya saya sengaja mengamati beberapa pramusaji yang berbeda saat melayani beberapa meja-meja yang lain, dan semuanya sama: hitungan dimulai dari jempol untuk angka satu. Unik dan menarik.

(more…)

2 comments


Tiga Air Terjun di Lombok Ini Bakal Bikin Kamu Terpana

May 14, 2018 | Daily | ,

Nggak usah galau kalau liburan belum punya pilihan tempat wisata. Nyatanya, tempat wisata air terjun memang nggak pernah ada matinya.

Biasanya, kepopuleran tempat wisata air terjun bergantian membentuk sebuah siklus yang nggak terputus. Kalau salah satu air terjun udah terlalu populer dan dipadati banyak pengunjung, maka air terjun baru akan ditemukan dan menyebar popularitasnya dari mulut ke mulut. Bener, kan?

(more…)

3 comments


Memperbaiki Kabel Adaptor MacBook Yang Mengelupas

May 8, 2018 | Daily, Ngoprek | , , , ,

Masalah kabel mengelupas seperti ini sepertinya sudah jamak terjadi di kalangan pengguna MacBook. Selain membeli power adaptor baru, solusi lain yang banyak ditemukan di internet adalah menggunakan Sugru. Suatu material yang menyerupai permen karet dan akan mengeras setelah beberapa saat.

masalah-umum-di-power-adaptor-magsafe-macbook

Sayangnya Sugru tidak mudah ditemukan di sini. Kalaupun ada, harganya tidak terlalu murah. Tapi jangan khawatir, saya punya solusi hemat untuk mengatasi masalah tersebut.

Adalah No Drop, cat pelapis anti bocor yang memiliki sifat elastis, kedap air serta sangat tahan cuaca. Tenang, ini bukan iklan. Anda mungkin bisa mencoba menggunakan cat pelapis lain yang hasil  akhirnya elastis untuk keperluan ini.

(more…)

5 comments


Mencoba Asus ZenPower Slim 6000, Powerbank Ramping Berkapasitas Besar

May 3, 2018 | Daily, Reviews, Technologies | , , , , , , ,

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat kesempatan dari Mas Yahya untuk mencoba sebuah powerbank imut berwarna merah marun keluaran ASUS, yaitu ZenPower Slim 6000.

asus zenpower slim 6000

Sesuai dengan namanya, meskipun ukurannya ramping namun kapasitas powerbank satu ini cukup besar yaitu 6000 mAh. Dengan kapasitas tersebut, powerbank ini bisa men-charge smartphone hingga 2-3 cycle, tergantung kapasitas baterai smartphone kita.

(more…)

3 comments


Burung Elang di Atas Rumah

March 5, 2018 | Daily, Sejarah Keren | , , , , , , ,

Sekitar satu minggu yang lalu (pas weekend), kami mendapati seekor burung elang melayang-layang di atas rumah kami. Saya dan Lumen mendengar suara melengking saat sedang berada di samping rumah. Kami berpandangan lalu berteriak, “suara elang!”.

burung-elang

Begitu menengok ke atas, ternyata benar ada seekor elang melayang-layang di atas rumah kami sambil sesekali mengeluarkan suara melengking.

(more…)

2 comments


Memasang Wallpaper Sendiri

February 13, 2018 | Daily | , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu saya mendapat mandat dari Puan Peri untuk memasang wallpaper di dinding dapur. Setelah menamatkan beberapa video di Youtube dan membaca beberapa artikel hasil googling, maka dengan mantab hati saya melakukan pekerjaan rumah tersebut.

Pertama, membuat adonan lem untuk menempelkan wallpaper. Lem yang “mentahnya” berbentuk serbuk tersebut harus ditaburkan perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit ke dalam air yang diaduk agak kencang agar bisa tercampur rata dan tidak menggumpal. Baca aturan pemakaian dan saran takaran untuk mendapatkan hasil terbaik.

mencampur lem untuk memasang wallpaper

Setelah adonan lem dibiarkan sekitar 10 menit (lebih lama juga boleh), ia akan mengental dan siap digunakan untuk memasang wallpaper. Sikat bergagang kayu pada gambar di atas saya gunakan untuk mengoleskan lem ke wallpaper agar bisa merata. Selain sikat, kita juga bisa menggunakan kuas.

Sambil menunggu adonan lem tercampur dengan baik, saya memotong-motong wallpaper yang awalnya berbentuk gulungan dengan lebar 50cm dan panjang 5 meter. Cara memasang wallpaper adalah dari atas ke bawah atau sebaliknya, bukan dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri.

memotong wallpaper sesuai ukuran

Disarankan untuk memotong wallpaper sedikit demi sedikit agar pola gambar di wallpaper bisa saling bersambung. Potonglah sesuai ukuran yang diinginkan, olesi lem secara merata, lalu tempelkan ke tembok perlahan-lahan sambil ditekan-tekan.

Agar wallpaper bisa menempel dengan baik dan tidak ada gelembung udara, kita bisa menggunakan wiper pembersih kaca untuk menyeka ke segala arah. Sisa-sisa lem mungkin akan keluar dari tepian potongan wallpaper, tinggal di-lap dengan tisu atau kain saja.

Setelah memasang satu bagian wallpaper, iris potongan wallpaper untuk sebelahnya sambil ngepasin pola gambarnya. Gunakan cutter atau pisau yang sangat tajam untuk memotong sisa wallpaper di bagian ujung setelah ditempel ke dinding.

Saya sangat menganjurkan menggunakan cutter untuk memotong wallpaper. Saat ujung cutter sudah mulai tumpul, tinggal patahkan saja dan cutter bisa digunakan lagi dengan ketajaman yang sama.

Setelah semua bagian dinding yang akan dipasangi wallpaper tertutup wallpaper, langkah selanjutnya adalah memotong dan merapikan ujung-ujungnya.

memasang wallpaper sendiri

Ada yang merasa aneh dengan gambar wallpaper di atas?

Setelah dua hari, saya baru sadar bahwa gambar yang saya tempel terbalik atas bawahnya. Bayangan bata seharusnya ada di sisi bawah tapi ternyata malah saya pasang di atas. Aduh gimana coba? 😮

5 comments


Cerita Singkat Tentang Api

December 23, 2017 | Daily

ilustrasi api - fire illustration

Sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan, saya baru tahu bahwa teknik pembuatan api ternyata baru ditemukan sekitar 120.000 tahun yang lalu.

Sebelum menguasai teknik pembuatan api, perkenalan manusia dengan api terjadi karena faktor bencana alam seperti serangan naga, kebakaran hutan, atau petir yang menyambar pohon hingga terbakar.

(more…)

2 comments


Masakan Dunia Barat yang Tanpa Rasa

September 30, 2017 | Daily | , , , ,

Ketika berbagi cerita dengan teman atau kenalan yang pernah merasakan pergi ke luar negeri dan mencicipi masakan asli sana, satu hal yang hampir pasti dikeluhkan adalah makanan sana yang rasanya tawar, seperti tidak dibumbui. Sehingga tak jarang ditemui orang yang pergi ke luar negeri berbekal saus sambal baik botolan maupun sachetan.

Mengenai kurangnya citarasa makanan di dunia barat, perlu diingat bahwa sejarah pernah mencatat VOC sukses menjadi perusahaan terkaya sepanjang masa karena berhasil menjarah rempah-rempah nusantara dan menjualnya di tanah barat sana. Bahkan konon dari 7 kapal yang bertolak dari nusantara, hanya satu yang berhasil mencapai daratan Belanda. Itu pun hasil penjualannya bisa digunakan untuk membayar lunas hutang kerajaan Belanda.

Tapi apa iya masakan sana benar-benar tanpa citarasa? Jangan-jangan lidah kita saja yang terlanjur dimanja aneka bumbu sehingga mati rasa?

Kalau mau membuka mata dan membuka hati –tsaah–, kita akan menemukan bahwa tiap bahan makanan sudah memiliki citarasa sendiri. Cobalah nikmati dan temukan rasa khas dari tiap bahan makanan, tentu akan lebih banyak hal baru yang bisa dipelajari.

Tapi memang tak bisa dipungkiri bahwa nasi padang adalah masakan yang paling enak di dunia sih.. Titik.

5 comments


Mumpung Padhang Mbulan

June 9, 2017 | Daily | , , , , , ,

Mumpung bulan sedang purnama, ayo keluar dan gelar tikar –atau kardus bekas kalau tak punya. Bawa bantal untuk alas duduk agar pantat tidak pegal dan sarung atau selimut agar lebih nyaman.

Duduklah di atas bantal, lalu lihat ke atas, ke arah purnama yang sedang bersinar. Jangan lupa ambil cemilan atau kolak sisa buka puasa. Amboi..

Jaman saya masih kecil dulu, orang-orang tua bercerita bahwa bentuk permukaan bulan saat purnama membentuk gambaran seorang bidadari yang sedang memangku kelinci. Ada juga yang menyebutkan bahwa yang dipangku adalah seekor kucing. Entah mana yang benar.

Waktu itu listrik belum masuk ke desa kami sehingga malam purnama yang cerah adalah suatu anugerah tersendiri.

Sementara orang-orang dewasa duduk di tikar pandan atau lampit bambu sambil bertukar cerita tentang keadaan sawah atau jalan masuk desa yang remuknya nauzubillah, anak-anak kecil malam itu seolah dibebaskan berlarian main petak umpet atau ninja-ninjaan menggunakan kain sarung.

Purnama sidi adalah waktu di mana kami boleh bebas berlarian atau main petak umpet di halaman rumah tetangga pada malam hari tanpa khawatir menabrak pohon saat mencari tempat untuk bersembunyi.

Meskipun resiko menginjak kotoran ayam yang bertaburan di halaman masih mengintai, kami akan tetap bermain hingga salah satu anak ada yang  menangis –karena jatuh atau melihat demit– atau disuruh pulang bapaknya sambil menenteng batang kayu.

Saya hampir mengabaikan kenikmatan purnama tersebut hingga setahun yang lalu saat diajak teman mampir ke sebuah rumah yang dinding depannya dilapisi lembaran papan kayu di Jalan Aceh, Bandung.

Sekitar jam 11 malam, datanglah seorang bapak yang usianya kira-kira 50-60 tahun. Ia bertanya kepada anak-anak muda yang bercengkerama di sana, “purnamanya bagus nih, ngga pada keluar?”

No comment