sandalian.com


Roasting Kopi Yang Gagal

05 May 2012 06:25:58 WIB, under category Kopi

Setelah dua mingguan yang lalu saya mencoba roasting kopi untuk pertama kalinya, lalu satu minggu kemudian saya mencoba roasting kembali dengan alat yang berbeda.

Perbedaannya adalah pada percobaan kedua ini saya menggunakan tembikar untuk roasting, berupa “kendhil” yang tadinya akan saya gunakan untuk mengubur ari-ari anak perempuan saya sekitar 6-7 bulan yang lalu.

Pertama-tama wadah tembikar saya letakkan di atas kompor, setelah mulai menghangat biji kopi saya masukkan dan terus diaduk-aduk agar panasnya merata.

roasting dengan tembikar

Setelah terdengar suara first cracks, biji kopi terus saya aduk-aduk hingga terdengar suara second cracks dan muncul asap cukup banyak. Segera saja kopi saya angkat dan pindahkan ke tempat lebar sambil diangin-anginkan agar cepat mendingin.

Saat saya tuang biji kopi tersebut, penampakannya kurang menyenangkan. Kopi terlihat kering dan cukup banyak biji yang gosong sehingga nyaris menjadi arang.

hasil roasting cenderung kering

Selain kopi yang gosong, banyak juga biji kopi yang gosong hanya di permukaannya saja sedangkan di dalamnya masih lumayan. Nampaknya tembikar (entah dari bahan atau bentuknya) membuat suhu terlalu tinggi dan membuat bagian luar dari biji kopi lebih cepat menghitam. Hasilnya adalah kopi sangat kotor dan tidak menarik untuk dilihat.

Tentu saja saya tidak sepenuhnya menyalahkan tembikar, karena bisa jadi saya menggunakan api terlalu besar 😀

kopi berjelaga

Yang membuat saya sedih adalah sekitar 10-20% dari kopi yang saya roast harus dibuang karena terlanjur menjadi arang. Padahal roasting kali ini jumlah biji kopi yang saya gunakan adalah dua kali lipat dari percobaan pertama.

biji kopi yang menjadi arang

Terlepas dari penampakan kopi yang kurang indah tersebut, ternyata rasanya masih cukup nikmat dan hampir sama dengan percobaan pertama yang bisa dibilang berhasil. Kekurangan dari hasil roasting kali ini adalah aroma kopinya tidak bisa keluar dengan sempurna, sehingga bau kopinya kurang semerbak.


No comments yet, dooh!

Wohaa, no comments yet. You can say Pertamax :p

RSS for comments TrackBack URL

Leave a comment or two

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>