Tiga Larangan

Pada suatu malam di kaki Gunung Lawu, saya bertemu dengan seorang pengembara yang selalu berpindah dari satu gunung ke gunung lainnya hanya dengan membawa satu carrier, hammock untuk tidur dan satu kantong besar berisi entah oatmeal atau sereal untuk stok konsumsi dalam satu minggu. Tanpa saling menyebut nama kami bertukar cerita di depan nyala api […]

Relativitas kecantikan atau nggragas?

Dulu ketika masih kecil saya punya semacam kriteria untuk kecantikan seorang perempuan, bahwa perempuan yang cantik itu harus memenuhi kriteria x, y dan z. Jadi jika ada seorang perempuan yang tidak masuk dalam kriteria maka dia akan saya anggap tidak menarik. Seiring bertambahnya umur kemudian saya menyadari bahwa semua jenis perempuan dalam tampang apapun ternyata […]

Setan dan Tuhan di masa lalu

Di sela-sela coding memerangi monster dan chatting, tiba-tiba saya kebelet pipis lalu segera menuliskan pesan brb ke lawan chatting di pelosok dekat Kaliurang sana dan meluncur menuju kamar mandi. Sambil pipis, tiba-tiba datang serentetan dialog ke otak saya. Terekam dengan sangat bagus dan kemudian segera saya kembali ke meja dan menuliskan dialog tersebut sebelum saya […]

Yesus di mata saya

Meskipun saya menganut agama yang dibawa Muhammad, namun Yesus adalah figur favorit saya. Setahu saya, dia sangat penyayang dan pencinta sesama. Dia bukan figur anti kekerasan melainkan pemuja perdamaian dan kasih sayang. Guru SMA saya, seorang penyembuh, selalu menghadirkan figur Yesus dalam dirinya ketika sedang mengobati pasiennya. Beliau berkata, dengan membayangkan kasih sayang seorang Yesus, […]

Siapa yang lebih Yahudi?

Dalam anggapan masyarakat pada umumnya, stereotipe orang Yahudi adalah tidak pernah mau rugi dan selalu ingin untung. Namun pernahkan Anda berpikir bahwa kadang kita lebih Yahudi dari mereka? Coba perhatikan, dalam kasus kecelakaan sekalipun masih sempat-sempatnya dompet korban disikat, jam tangan diembat. Apa nggak melebihi Yahudi itu namanya? Sehingga lama-kelamaan saya mulai setuju dengan pandangan […]

Bantuan

Seorang guru memberikan tugas kepada muridnya untuk mengangkat dan memindahkan sebuah batu besar di depan padepokan mereka agar tidak merintangi jalan. Saat itu hanya ada mereka berdua dan si murid sudah sangat kepayahan saat berusaha memindah batu tersebut. Lalu dengan wajah ketakutan si murid menghadap gurunya untuk melaporkan ketidakmampuannya. “Maaf guru, saya sudah berusaha sekuat […]

Tentang saya dan Anda

Saya adalah diri Anda sendiri dalam bentuk yang lain. Ketika Anda melihat keburukan di dalam diri saya, maka kemungkinan keburukan itu ada di dalam diri Anda juga. Ketika Anda membenci salah satu sifat saya, maka kemungkinan Anda mempunyai sifat yang sama dan sifat itu dibenci oleh orang-orang sekitar Anda. Jika Anda melihat diri saya menyebalkan, […]

Hormati bumi

Beberapa tahun yang lalu, seseorang yang saya hormati pernah berpesan kepada saya agar jangan meludah sembarangan. Kata beliau, bumi ini terlalu banyak menampung sampah dari kita. Mulai sampah depan-belakang, sampah rumah tangga dan sampah-sampah yang lain. Maka tak bisakah kita tunjukkan sedikit penghormatan dengan tidak meludah sembarangan? Meludahlah hanya ketika di kamar mandi atau di […]

Hormati bumi

Beberapa tahun yang lalu, seseorang yang saya hormati pernah berpesan kepada saya agar jangan meludah sembarangan. Kata beliau, bumi ini terlalu banyak menampung sampah dari kita. Mulai sampah depan-belakang, sampah rumah tangga dan sampah-sampah yang lain. Maka tak bisakah kita tunjukkan sedikit penghormatan dengan tidak meludah sembarangan? Meludahlah hanya ketika di kamar mandi atau di […]

Bukan tentang dia

Ketika seseorang –menurut kita– bersalah, maka otomatis hati dan pikiran serta ucapan tentang dia tidak ada baiknya. Seolah lupa bahwa dia pernah berbuat baik kepada kita, seolah dia adalah manusia paling jahat se alam semesta. Eh, saya tidak sedang membicarakan the smiling general yang saat ini sedang saya saksikan dengarkan acara pemakamannya di televisi. Saya […]

Frekuensi gelombang perasaan

Di Stasiun Gambir, ketika saya sedang menunggu kereta yang akan membawa badan saya kembali ke Jogja setelah semingguan berada di Jakarta, seorang teman –yang bagi saya sudah tidak layak disebut teman lagi, but beyond it– bertanya kepada saya: “After a week here, what do you think about Jakarta?“ Saya hanya diam sesaat –karena memang tidak […]

Jleb! Jleb!

Kata-kataku tak pernah setajam pedang, karena aku memang terlahir bukan sebagai pejuang yang akan maju ke medan perang. Ketika ruh ditiupkan ke tubuhku beberapa tahun yang lalu, aku dengar sebuah suara: “Jadilah terang, hiburlah mereka yang takut karena perang.” Ah, saya pengen punya lagi butterfly knife yang bagus! ^_^