Pisau Sebagai Alat Bela Diri?

May 24, 2016 | Daily, To Think Of | , , , ,

Karena hampir selalu membawa pisau kemanapun saya pergi, beberapa orang beranggapan bahwa pisau tersebut adalah alat bela diri yang saya siapkan jika sewaktu-waktu shit happens. Sebuah “tuduhan” yang bukan tanpa alasan, mengingat banyaknya film perang yang sering kita lihat sejak jaman kecil dulu.

senter dan pisau sebagai everyday caryy

Mumpung lagi gak ada bahan ngeblog, baiklah akan saya ceritakan alasan saya membawa alat potong tersebut hampir setiap hari bersama saya.

(more…)

No comment


Kontes Melipat Pisau

November 17, 2010 | Gak Penting | , , ,

Pada sebuah Juminten kemarin, iseng-iseng diadakan kompetisi melipat pisau lipat murah yang saya miliki. Kebetulan pisau tersebut adalah jenis liner lock, sehingga butuh sedikit teknik untuk mengembalikan dalam keadaan tertutup.

melipat pisau

Ada yang bisa menutup pisau tersebut dengan cepat, namun ada juga yang butuh waktu lamaaaa. Bahkan harus diberi kesempatan dua kali.

Bukan salahnya sih, karena memang bukan pegangannya sehari-hari 😀

No comment


Memasang Wallpaper Sendiri

February 13, 2018 | Daily | , , , , , ,

Beberapa hari yang lalu saya mendapat mandat dari Puan Peri untuk memasang wallpaper di dinding dapur. Setelah menamatkan beberapa video di Youtube dan membaca beberapa artikel hasil googling, maka dengan mantab hati saya melakukan pekerjaan rumah tersebut.

Pertama, membuat adonan lem untuk menempelkan wallpaper. Lem yang “mentahnya” berbentuk serbuk tersebut harus ditaburkan perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit ke dalam air yang diaduk agak kencang agar bisa tercampur rata dan tidak menggumpal. Baca aturan pemakaian dan saran takaran untuk mendapatkan hasil terbaik.

mencampur lem untuk memasang wallpaper

Setelah adonan lem dibiarkan sekitar 10 menit (lebih lama juga boleh), ia akan mengental dan siap digunakan untuk memasang wallpaper. Sikat bergagang kayu pada gambar di atas saya gunakan untuk mengoleskan lem ke wallpaper agar bisa merata. Selain sikat, kita juga bisa menggunakan kuas.

Sambil menunggu adonan lem tercampur dengan baik, saya memotong-motong wallpaper yang awalnya berbentuk gulungan dengan lebar 50cm dan panjang 5 meter. Cara memasang wallpaper adalah dari atas ke bawah atau sebaliknya, bukan dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri.

memotong wallpaper sesuai ukuran

Disarankan untuk memotong wallpaper sedikit demi sedikit agar pola gambar di wallpaper bisa saling bersambung. Potonglah sesuai ukuran yang diinginkan, olesi lem secara merata, lalu tempelkan ke tembok perlahan-lahan sambil ditekan-tekan.

Agar wallpaper bisa menempel dengan baik dan tidak ada gelembung udara, kita bisa menggunakan wiper pembersih kaca untuk menyeka ke segala arah. Sisa-sisa lem mungkin akan keluar dari tepian potongan wallpaper, tinggal di-lap dengan tisu atau kain saja.

Setelah memasang satu bagian wallpaper, iris potongan wallpaper untuk sebelahnya sambil ngepasin pola gambarnya. Gunakan cutter atau pisau yang sangat tajam untuk memotong sisa wallpaper di bagian ujung setelah ditempel ke dinding.

Saya sangat menganjurkan menggunakan cutter untuk memotong wallpaper. Saat ujung cutter sudah mulai tumpul, tinggal patahkan saja dan cutter bisa digunakan lagi dengan ketajaman yang sama.

Setelah semua bagian dinding yang akan dipasangi wallpaper tertutup wallpaper, langkah selanjutnya adalah memotong dan merapikan ujung-ujungnya.

memasang wallpaper sendiri

Ada yang merasa aneh dengan gambar wallpaper di atas?

Setelah dua hari, saya baru sadar bahwa gambar yang saya tempel terbalik atas bawahnya. Bayangan bata seharusnya ada di sisi bawah tapi ternyata malah saya pasang di atas. Aduh gimana coba? 😮

No comment


Tentang Saya

September 7, 2015 |

IMG-20150906-WA0049-1

Halo, saya adalah seorang bapak dari seorang putri yang mengesankan.

Bekerja sebagai web developer dan kadang menulis mengenai komputer, teknologi, kegiatan #turunjaba, dan kadang menuliskan ulasan tentang senter dan pisau yang biasa saya gunakan sehari-hari.

Kadang saya juga nge-tweet nggak mutu di @sandalian. Sebaiknya jangan follow jika ada hal penting yang harus Anda lakukan 😛

Saya juga suka kopi dan menikmati prosesnya mulai dari roasting sampai brewing. Sayang belum kesampaian punya lahan untuk menanam pohon kopi sendiri 😀

Jika Anda ingin menghubungi saya, silahkan tinggalkan komentar di halaman ini dan nanti akan saya balas dengan informasi kontak saya.

No comment


Burung Hantu dari Finlandia

October 30, 2014 | Reviews | , , , , ,

Sejak lama saya menginginkan sebuah puukko, pisau tradisional dari Finlandia. Siapa sangka, seorang kawan baik –yang relatif baru saya kenal– mengirimkan sebuah puukko bersama beberapa pisau yang lain. Yang lebih mengejutkan, ternyata puukko tersebut bukanlah sembarang puukko.

kalevala marttiini puukko

Pisau sepanjang 23 sentimeter tersebut adalah hasil kolaborasi Kalevala Koru (desainer perhiasan ternama Finlandia) dengan Marttiini (pembuat pisau legendaris Finlandia) pada awal tahun 90-an.

(more…)

No comment


Tactical Tailor: Removable Operator Pack

August 27, 2014 | Reviews | , , , ,

Akhir bulan puasa kemarin, akhirnya salah satu barang yang masuk dalam wish list akhirnya terwujud menjadi kenyataan. Barang tersebut adalah sebuah backpack buatan Tactical Tailor, seri Removable Operator Pack.

Tactical Tailor Removable Operator Pack in action

Untuk sekedar diketahui, Tactical Tailor adalah perusahaan pembuat apparel dan perlengkapan militer yang digawangi oleh almarhum Logan D. Coffey yang berawal dari ketidakpuasan-nya terhadap perlengkapan militer yang diberikan oleh pemerintah.

Logan membawa dua mesin jahit besar ke dalam baraknya untuk memodifikasi perlengkapan militer jatah negara agar sesuai dengan kebutuhannya di lapangan.

(more…)

No comment


Fusion

August 16, 2014 | Blog News

fusion

Setelah sebelumnya menggunakan 2 domain berbeda, yaitu sandalian.net untuk blog berbahasa Indonesia dan sandalian.com untuk blog berbahasa Inggris, akhirnya saya memutuskan untuk menggabungkan kedua blog tersebut menjadi satu di sandalian.com agar lebih terurus 😀

Dan sebagai bahan tambahan tulisan di blog, saya akan mulai menuliskan review beberapa barang yang saya kumpulkan, terutama senter dan pisau. Tujuannya sih agar saya lebih mengenali barang-barang tersebut (karena harus melakukan riset dulu untuk memperkaya tulisan) dan juga sebagai dokumentasi.

Ditunggu yaa! 😀

No comment


Berkenalan Dengan Fallkniven F1

September 6, 2013 | Reviews

Sebagai pengguna dan penyuka alat potong yang bernama pisau, saya memiliki cukup banyak teman dengan hobi yang sama dan kadar kecanduan yang lebih parah. Saya hanya memiliki sejumlah pisau sesuai keperluan, sedang teman-teman saya ada yang koleksinya mencapai 2-3 almari etalase.

Suatu hari salah seorang teman nawarin saya untuk nyobain pisau merk Fallkniven seri F1 yang baru dia beli. Tentu saja saya tertarik untuk sekedar mencoba pisau yang dijadikan pisau survival pilot pesawat tempur Swedia. Selain karena reputasi merk Fallkniven, kapan lagi saya punya kesempatan mencoba pisau yang harganya cukup mahal tersebut.

Kardus Fallkniven F1
(more…)

3 comments


Tak Semua Mimpi Menjadi Kenyataan

January 12, 2012 | Gak Penting

Beberapa waktu yang lalu saya membuat suatu wish list, berupa dua buah benda yang saya inginkan. Benda yang pertama, sebuah senter, sudah menjadi kenyataan alias sudah berhasil saya dapatkan.

Sedangkan benda kedua, sebuah pisau Spyderco, belum berhasil saya dapatkan. Namun saat ini sudah mendapatkan penggantinya,  sebuah pisau juga yang harganya lebih terjangkau. Sebuah pisau lipat kecil dari Kershaw:

Kershaw LFK 1700

Saya memilih pisau ini karena ukurannya cukup kecil dan bisa dibuka menggunakan satu tangan. Saat dilipat, ukurannya lebih kecil dibanding korek gas yang dijual di Circle K, jadi saat dimasukkan kantong tidak terlalu ngganjel. Tapi karena kecil, malah was-was takut jatuh 😀
(more…)

No comment


Dispenser Batere

November 13, 2011 | Gak Penting | , ,

image

Selain pisau lipat, benda yang hampir tiap hari saya bawa adalah sebuah senter kecil. Karena membawa senter, saya merasa perlu membawa batere cadangan agar sewaktu-waktu batere yang ada di dalam senter habis bisa langsung diganti.

Namun menaruh beberapa baterai begitu saja di dalam kantong tas kadang agak ribet, karena bisa nyelip kemana-mana. Kadang saya bungkus jadi satu di dalam plastik, tapi kok kurang praktis, juga kurang keren.

Lalu saya lihat di sebuah forum ada yg jualan case merek Power Pax yang bisa menampung 4 batere sekaligus dan bentuknya cukup menarik. Sayangnya hanya tinggal warna army green dan oranye, seri yang glow in the dark sudah habis.

Sekarang nampaknya butuh barang baru lagi, sebuah tas kecil untuk menampung segala EDC (Every Day Carry) saya. Naksir Maxpedition tapi kok harganya agak mahal.

5 comments