Tak Semua Mimpi Menjadi Kenyataan

January 12, 2012 | Gak Penting

Beberapa waktu yang lalu saya membuat suatu wish list, berupa dua buah benda yang saya inginkan. Benda yang pertama, sebuah senter, sudah menjadi kenyataan alias sudah berhasil saya dapatkan.

Sedangkan benda kedua, sebuah pisau Spyderco, belum berhasil saya dapatkan. Namun saat ini sudah mendapatkan penggantinya,  sebuah pisau juga yang harganya lebih terjangkau. Sebuah pisau lipat kecil dari Kershaw:

Kershaw LFK 1700

Saya memilih pisau ini karena ukurannya cukup kecil dan bisa dibuka menggunakan satu tangan. Saat dilipat, ukurannya lebih kecil dibanding korek gas yang dijual di Circle K, jadi saat dimasukkan kantong tidak terlalu ngganjel. Tapi karena kecil, malah was-was takut jatuh 😀

Blade of Kershaw LFK 1700

Lalu kenapa judul tulisan ini adalah ‘tak semua mimpi menjadi kenyataan’? Karena di dalam wish list saya pengen Spyderco tapi dapetnya Kershaw.

Tapi setelah dipikir-pikir Kershaw LFK ini lebih kecil sehingga kesan intimidatif-nya berkurang. Itu bagus, karena pisau ini memang hanya akan digunakan sebagai alat potong, bukan alat perang.

Kershaw LFK 1700 on hand

Karena ukurannya terlalu kecil, saya butuh sebuah lanyard untuk Kershaw LFK ini. Sayangnya parachord yang saya miliki ukurannya terlalu besar, jadi harus mencari tali yang lain. Mungkin kapan-kapan akan mencari tali prusik, moga-moga ada yang warnanya polos atau monokrom agar tidak terlalu meriah.

No comment

This post has no comments, you can be the first!

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>