Dispenser Batere

November 13, 2011 | Gak Penting | , ,

image

Selain pisau lipat, benda yang hampir tiap hari saya bawa adalah sebuah senter kecil. Karena membawa senter, saya merasa perlu membawa batere cadangan agar sewaktu-waktu batere yang ada di dalam senter habis bisa langsung diganti.

Namun menaruh beberapa baterai begitu saja di dalam kantong tas kadang agak ribet, karena bisa nyelip kemana-mana. Kadang saya bungkus jadi satu di dalam plastik, tapi kok kurang praktis, juga kurang keren.

Lalu saya lihat di sebuah forum ada yg jualan case merek Power Pax yang bisa menampung 4 batere sekaligus dan bentuknya cukup menarik. Sayangnya hanya tinggal warna army green dan oranye, seri yang glow in the dark sudah habis.

Sekarang nampaknya butuh barang baru lagi, sebuah tas kecil untuk menampung segala EDC (Every Day Carry) saya. Naksir Maxpedition tapi kok harganya agak mahal.

5 comments


Sekilas Quark Mini 123

September 9, 2011 | Gak Penting | , ,

Yap, sesuai tulisan saya sebelumnya, kali ini saya akan menulis mengenai EDC baru saya: sebuah senter imut, Quark Mini 123.

Quark Mini 123 di dalam kardus

Mari kita keluarkan senter tersebut dari kardusnya..

Isi dalam kemasan

Isi di dalam kemasan adalah senter, sebuah baterai CR 123, lanyard/gantungan, buku petunjuk, dan sebuah O ring tambahan (di dalam kantong plastik kecil).
(more…)

No comment


Wish List

May 12, 2011 | Gak Penting | , , ,

Jaman dulu ketika blog mulai populer, banyak postingan yang berisi daftar keinginan penulis, atau istilahnya wish list. Demi melestarikan budaya tersebut, kali ini saya ingin posting soal wish list saya.

quark mini 123

Sebuah senter, Quark Mini 123.

Kode 123 merupakan jenis batere yang digunakan, yaitu CR 123. Saat ini masih menimbang apakah akan mengambil Quark Mini 123 (menggunakan 1  batere CR 123, output lebih terang namun batere tidak terlalu mudah didapat) atau Quark Mini AA (menggunakan 1 batere AA, ukuran body lebih panjang, output tidak seterang seri 123 namun batere ada di warung-warung).

Senter ini untuk keperluan EDC alias Every Day Carry, terjemahan bebasnya adalah BH atau Bawaan Harian.

Spyderco Delica

Selanjutnya adalah sebuah pisau lipat, Spyderco Delica.

Pisau yang dengan lubang khasnya (ciri khas Spyderco) ini menarik hati saya karena simpel dan ramping. Soal kualitas, kabarnya yahud punya.  Pisau ini juga untuk EDC, untuk dibawa sehari-hari.

Semoga alam semesta mengabulkan keinginan saya ini.

 

No comment


Sebuah Cerita

April 13, 2011 | Gak Penting

obat belekan

Sebuah cerita bahwa seorang pria paling jantan sekalipun bisa kena belekan.

No comment


Pecinta Warna Yang Ekspresif

March 16, 2011 | Gak Penting

Ketika berkendara di jalanan Jogja, sering saya menemui pecinta warna yang ekspresif. Salah satu yang saya ingat adalah seorang nona yang nampaknya penggemar warna pink.

Helm-nya berwarna pink, jaketnya berwarna hitam dengan motif garis pink, bersarung tangan warna pink garis-garis putih dan juga kaos kaki pink menyala dengan sepatu/sandal warna merah mendekati pink.

Benar-benar suatu polusi warna yang menyakitkan mata.

2 comments


Sarapan Jajan Pasar

February 26, 2011 | Gak Penting

Pagi hari, belum sempat tidur, Puan Peri bilang kalau lapar. Karena sedang kehabisan cabe sehingga tidak bisa memasak apa-apa, saya menawarkan untuk membeli makanan di pasar yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Pulang dari pasar, saya mendapatkan tiwul seharga seribu rupiah yang cukup untuk memenuhi perut:
tiwul

Dan istri tercinta mendapatkan gudeg dengan paha ayam yang besar:
gudeg

Sekarang sudah kenyang, saatnya kembali ke peraduan. Selamat beristirahat.

No comment


Ke Sukabumi

December 29, 2010 | Gak Penting

Libur Natal kemarin yang kebetulan Hari Sabtu, saya manfaatkan untuk main ke Sukabumi. Meskipun waktunya mepet (hanya 2 hari), tapi kapan lagi ada libur 2 hari, secara tempat kerja saya hanya libur pada Hari Minggu dan tanggal merah. Selain itu tujuan ke Sukabumi adalah menengok keponakan baru, yang lahirnya bertepatan dengan selesainya ijab kabul pernikahan saya 😀

Hari Jumat, jam 7.30 malam bis Rajawali berangkat dari pool di Pingit, Jalan Godean. Perjalanan cukup lancar, meskipun agak lambat. Mungkin karena Malam Natal sehingga jalan agak ramai. Hari Sabtu pagi, tiba di Sukabumi pukul 08.00 WIB –dalam keadaan normal, jam 6 pagi biasanya sudah sampai.

Di terminal saya dan istri bingung nyari angkot menuju ke arah rumah kakak perempuan saya, akhirnya kami naik ojek. Saya sedikit geli dengan tukang ojek yang memboncengkan Puan Peri. Tampangnya sangar, dengan tato di leher menyembul dari kerah bajunya. Namun demikian, Aa’ satu itu ngomongnya halus sekali, dengan logat Sunda yang kental. Bahkan saat menghidupkan motor matic-nya, tak lupa dia baca basmalah 😀
(more…)

6 comments


Numpak Kereta Blora Jaya

December 7, 2010 | Gak Penting

tiket
Saya baru tahu bahwa ternyata ada kereta api dari Purwodadi menuju Bojonegoro untuk kelas bisnis, sebelumnya yang saya tahu hanya ada KRD kelas ekonomi. Kebetulan saya dan istri memang akan kembali ke Bojonegoro, jadilah kami mendapatkan kesempatan numpak sepur ini untuk pertama kalinya.

stasiun ngromboKami naik dari Stasiun Ngrombo, sebuah stasiun kecil sebelum Stasiun Gambrengan yang lebih besar dan terkenal. Harga tiketnya sebesar Rp. 28.000 dan kereta tiba pukul 09.45 WIB.

Sebenarnya ada kereta yang lebih pagi, yaitu sekitar jam 7 pagi dan harga tiketnya jauh lebih murah, yaitu Rp. 5000 saja (KRD atau Feeder Lokal namanya). Namun karena kami malas bangun pagi, akhirnya merelakan membayar lebih, yang penting bisa tidur lebih lama *eh*

Di stasiun tersebut banyak penjual pecel. Menurut cerita orang-orang tua, pecel di stasiun di wilayah Purwodadi sangat terkenal. Makan pecel ditambah peyek kacang, nikmatnya tiada tara.

Akhirnya setelah menunggu tak berapa lama, keretanya tiba. (more…)

No comment


Butuh Yang Lebih Kecil

November 27, 2010 | Gak Penting

blades

Beberapa jam yang lalu saya baru sadar bahwa sepertinya saya butuh pisau yang lebih kecil agar bisa disisipkan di tas perlengkapan mandi 😀

No comment


Kontes Melipat Pisau

November 17, 2010 | Gak Penting | , , ,

Pada sebuah Juminten kemarin, iseng-iseng diadakan kompetisi melipat pisau lipat murah yang saya miliki. Kebetulan pisau tersebut adalah jenis liner lock, sehingga butuh sedikit teknik untuk mengembalikan dalam keadaan tertutup.

melipat pisau

Ada yang bisa menutup pisau tersebut dengan cepat, namun ada juga yang butuh waktu lamaaaa. Bahkan harus diberi kesempatan dua kali.

Bukan salahnya sih, karena memang bukan pegangannya sehari-hari 😀

No comment