Berbagi rasa

Berbagi rasa adalah suatu perkara yang gampang-gampang susah. Adakalanya suatu rasa bisa dijelaskan menggunakan kata-kata namun lebih seringnya terlalu sulit dijelaskan karena keterbatasan kata dan persepsi yang bisa jadi berbeda oleh penerimanya.

Menurut saya, rasa hanya bisa dibagi dengan orang lain dengan cara membuat orang lain merasakannya juga. Menyampaikan perasaan dengan kata-kata bukan tanpa guna, tapi kemungkinan dipahami akan sangat kecil.

Untuk menjelaskan rasa yang bisa dialami dan melibatkan lebih dari satu individu akan lebih mudah. Misalnya Bunga bertanya kepada saya bagaimana rasanya ciuman, maka saya tidak perlu repot-repot menjelaskannya menggunakan kata-kata. Begitu juga ketika Slamet bertanya kepada saya bagaimana rasanya dipukul menggunakan gagang sapu, maka dengan mudah saya bisa menjelaskannya.

Lalu bagaiman dengan rasa-rasa lain yang sifatnya individual? Aduh, kenapa tiba-tiba otak saya buntu ketika harus menuliskan rasa-rasa yang bersifat individual ya? Mudah-mudahan Anda mengerti maksud saya..

Apa ini termasuk salah satu jenis kutukan pengetahuan juga ya?

20 thoughts on “Berbagi rasa

  1. walah jeng, menyampaikan perasaan kan cukup dengan tindakan sahaja.
    kbnykn kata2 malah bisa menimbulkan salah persepsi πŸ˜€

  2. wah ternyata jeng sendal merupakan pemberitahu yang baik…
    jeng, saya pengen tau rasa durian montong, lobster asam manis, gurami bakar, lele goreng crispy, jamur crispy cak pi’i, trus milk shake rasa alpukat πŸ˜€

  3. Misalnya BungaSlamet bertanya kepada saya bagaimana rasanya ciuman, maka saya tidak perlu repot-repot menjelaskannya menggunakan kata-kata. Begitu juga ketika Slamet Bunga bertanya kepada saya bagaimana rasanya dipukul menggunakan gagang sapu, maka dengan mudah saya bisa menjelaskannya.

    silakan langsung ditindak lanjuti jeng

  4. Sama bingung nya gak waktu harus menjelaskan pertanyaan “Pekerjaan kamu itu apa sih jeng?”

  5. rasa-rasa yg bersifat individual ki koyo kepiye toh? aku yo rak dong. jelaske, bro!

Leave a Reply