25/01/2008
Lines for XX

Pada Sebuah Pintu

Pintu tuhan

Beberapa hari saya meminta-minta kepada Tuhan agar dibukakan pintu-nya sehingga saya bisa mengetahui hal-hal indah yang belum saya ketahui sebelumnya. Berkali-kali saya merengek, memelas meminta pada Tuhan. Setelah berhari-hari, akhirnya tibalah pada puncak kekecewaan saya pada Tuhan. Dan saya pun mutung.

Dalam kemutungan tersebut, tiba-tiba ada suara yang nggak jelas darimana datangnya, tapi saya yakin itu suara Tuhan. Tentang bagaimana saya bisa yakin bahwa itu suara Tuhan, tiba-tiba saya merasa yakin, gitu aja.

“Ndal, kowe ki gemblung opo piye?”

“He? Gemblung gimana Gusti?”

“Pintu aku buka dari kmaren-kemaren, kok kamu blom masuk-masuk juga?”

“Lho, sudah terbuka to?”, jawab saya sambil prengas-prenges.

“Emangnya pernah aku tutup? Wooo.. dasar gemblung!”, kata Tuhan sambil njenggungi kepala saya dengan mesra..

24 thoughts on “Pada Sebuah Pintu
  1. Manusia kadang tidak sadar kalo ternyata pintu yang diberikan Tuhan selalu terbuka. Manusia bahkan selalu mencari-cari dimanakah kunci pintu tersebut ada?
    Tanya kenapa?

  2. Tuhan memang tidak seseram yang kita bayangkan..sementara drai kecil kita mendengar dai dai bercerita Tuhan tidak lebih dari sosok dengan pecut api di tangan kirinya dan neraka di tangan kanannya.
    ( jadi inget novel Pada Sebuah Kapal )

  3. Kalo udah kebuka, wes too.. langsung ajah.. nggak usah pake ketok pintu, dia dah oke kok.*ngemeng apa sih?

  4. ditranslate plis dialognya biar diriku ngerti jeng… ๐Ÿ™

    mo denger suara nenk sarah Tuhan ๐Ÿ™

Leave a Reply