Lelaki Penangkap Angin

February 9, 2011 | Sejarah Keren | , , ,

Namanya William Kamkwamba, remaja dari Malawi yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena keluarganya tidak mampu membayar biaya pendidikan sebesar 80 dolar Amerika per tahun. Sejak saat itu dia sering mengintip ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, hingga akhirnya diusir oleh guru kelas tersebut.

Suatu hari –pada umur 14 tahun– William menemukan buku berjudul “Using Energy” di perpustakaan sebuah sekolah dasar yang sering ia kunjungi di desanya. Dengan buku tersebut, William membangun sebuah kincir angin pertamanya tanpa pengetahuan teknis apa-apa. Pembuatan kincir angin memanfaatkan barang-barang yang ia temukan di sekitarnya seperti pipa plastik, sepeda rusak, kipas traktor dan sejumlah kawat. Sedangkan towernya dibangun menggunakan cabang pohon yang disusun sedemikian rupa.

windmill

Setelah dua bulan pengerjaan, jadilah sebuah kincir angin yang bisa memberikan penerangan di malam hari sehingga ia tetap bisa membaca buku.  Tetangga-tetangga yang semula sama sekali tidak paham apa yang ia kerjakan, akhirnya mulai memberikan dukungan untuk pembuatan kincir angin keduanya.

Alkisah, penjaga perpustakaan mengetahui hal ini dan kemudian datang ke desanya dengan membawa sejumlah wartawan. Maka jadilah cerita ini menyebar ke seluruh dunia, betapa seorang pemuda putus sekolah dan berasal dari negara yang cakupan listrik hanya 2% dari total luas Malawi mampu membuat sendiri sumber listriknya.

Sangat menarik dan mengharukan. Sebaiknya Anda menonton sendiri video dokumenternya (39.5 MB), ada rasa bahagia yang ikut saya rasakan saat melihat video tersebut.

Mari berbagi kebahagiaan 😀

Foto di atas diambil dari Flickr, dengan lisensi Creative Commons Attribution 2.0 Generic.

6 comments

This post has 6 comments, unbelievable!

  1. arya 09/02/2011 at 08:13

    waw, meski kecil, dia sudah memberi terang di tengah kegelapan (figuratively dan literally)

  2. Q-thrynx 10/02/2011 at 12:54

    sangat inspiratif..

  3. Berita Pilihanku 14/02/2011 at 22:30

    keren… tekad orang itu kayaknya jauh lebih berpengaruh ketimbang kecerdasan.

  4. Jauhari 21/02/2011 at 20:32

    Wah… inspiratip….

  5. nonadita 18/04/2011 at 08:53

    Mengharukan, cyiiinn…. :'(

  6. bangsari 06/01/2017 at 09:35

    wah. asik, nih.

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>