Sebagai penggemar alat potong, saya paling menikmati saat-saat memanfaatkan alat potong yang saya miliki sebagaimana mestinya: untuk memotong. Selain saat memotong, hal lain yang saya sukai adalah saat membersihkan dan mengasahnya.

Seperti siang tadi, membersihkan semak-semak di depan rumah menggunakan kukri buatan Nepal, kiriman dari seorang teman yang menamakan dirinya Hommer J. Simpson, dua tahun yang lalu.
halaman depan rumah saya sekalian mas…
@sempak
sekalian sunat mboten mas?
njenengan ngasah pakai apa?
saya masih pakai wungkal hahaha
ditunggu postingannya soal ngasah bendo :p
kukri itu bukannya senjata pasukan/tentara Gurkha yak?
@Goop
Sama Uncle, saya juga menggunakan wungkal kok. Kalau untuk pisau dapur, cukup pakai amplas grid 1000 dengan alas mouse pad. Kapan-kapan saya coba tulis panduannya, kalau ingat 😀
@Mas Ganteng
Iya mas. “Alat potong” khas Nepal dan digunakan sebagai senjata khas pasukan Ghurka. Kalau di rumah sih dipake bersih-bersih pekarangan dan dibawa pas naik gunung hehe..
bersih-bersih semak pake kukri pasti karena nggak punya arit ya Yen? 😀
lekukan di pangkal itu fungsinya buat apa ya? kukira buat bukaan botol tapi kayaknya bukan…
@Q-thrynx
Hooh mas, adanya malah clurit :'(
@kitin
lekukan itu disebut sebagai cho. secara spiritual adalah lambang dewa siwa, secara fungsional (katanya) untuk mencegah darah mengalir ke gagang kukri.
Bentukke Lucu mas.. tapi ketoe sekali tebas beres…..
saya jadi teringat
wew komen saya kepotong…
“saya jadi teringat mendiang kakek saya yang begitu sayang sama golok-goloknya”
ini Kukri ane pake buat cungkil2 tanah pas naik gunung di Merbabu. dengan meminta maaf terlebih dahulu sama empunya, lewat kontak batin (yang gagal).