Mini Kukri
Gak Penting

Untuk Digunakan, Bukan Dipajang

Sebagai penggemar alat potong, saya paling menikmati saat-saat memanfaatkan alat potong yang saya miliki sebagaimana mestinya: untuk memotong. Selain saat memotong, hal lain yang saya sukai adalah saat membersihkan dan mengasahnya.

Mini Kukri

Seperti siang tadi, membersihkan semak-semak di depan rumah menggunakan kukri buatan Nepal, kiriman dari seorang teman yang menamakan dirinya  Hommer J. Simpson, dua tahun yang lalu.

12 comments on “Untuk Digunakan, Bukan Dipajang

  1. njenengan ngasah pakai apa?
    saya masih pakai wungkal hahaha
    ditunggu postingannya soal ngasah bendo :p

  2. @Goop
    Sama Uncle, saya juga menggunakan wungkal kok. Kalau untuk pisau dapur, cukup pakai amplas grid 1000 dengan alas mouse pad. Kapan-kapan saya coba tulis panduannya, kalau ingat 😀

    @Mas Ganteng
    Iya mas. “Alat potong” khas Nepal dan digunakan sebagai senjata khas pasukan Ghurka. Kalau di rumah sih dipake bersih-bersih pekarangan dan dibawa pas naik gunung hehe..

  3. @Q-thrynx
    Hooh mas, adanya malah clurit :'(

    @kitin
    lekukan itu disebut sebagai cho. secara spiritual adalah lambang dewa siwa, secara fungsional (katanya) untuk mencegah darah mengalir ke gagang kukri.

  4. wew komen saya kepotong…
    “saya jadi teringat mendiang kakek saya yang begitu sayang sama golok-goloknya”

  5. ini Kukri ane pake buat cungkil2 tanah pas naik gunung di Merbabu. dengan meminta maaf terlebih dahulu sama empunya, lewat kontak batin (yang gagal).

Leave a Reply