Batas kebebasan pemakai CMS

Jika Anda seorang developer web, pasti pernah mengalami repotnya user yang komplain tentang tampilan web dia yang berantakan setelah dia merubah font-family atau membuat tabel menggunakan WYSIWYG editor seperti TinyMCE atau FCKEdit.
Karena itu saya lalu berpikir, apa perlu user diberi kebebasan sejauh itu? Kebebasan mengobrak-abrik HTML yang tentu saja bisa sangat berpengaruh dengan desain yang sudah kita buat dengan seksama. Lalu apa yang harus saya lakukan?
Saya berpikir untuk menghilangkan saja beberapa panel di TinyMCE, terutama tabel dan font-face/family, formating dan styles. Pada gambar di atas, cukup baris pertama saja yang perlu ada. Selain itu, hanya akan muncul by request.
Karena sudah dibuat CSS untuk mengatur layout dan font yang digunakan, maka tidak seharusnya user merubah font yang digunakan. Termasuk font-size, karena bisa mempengaruhi desain yang sudah kita buat dengan susah payah.
Ada yang pernah bermasalah juga dengan hal seperti ini? Silahkan tinggalkan komentar dan kita bahas bersama.
17 comments
Leave a ReplyCancel reply
Archives
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2023
- January 2023
- October 2022
- August 2022
- April 2022
- March 2022
- January 2022
- July 2021
- October 2020
- August 2020
- June 2020
- January 2020
- November 2019
- July 2019
- December 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- May 2018
- March 2018
- February 2018
- December 2017
- September 2017
- June 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
- July 2015
- June 2015
- April 2015
- March 2015
- February 2015
- January 2015
- December 2014
- November 2014
- October 2014
- September 2014
- August 2014
- July 2014
- May 2014
- April 2014
- March 2014
- February 2014
- November 2013
- October 2013
- September 2013
- July 2013
- June 2013
- January 2013
- December 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- June 2006
- March 2006
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||
yup.. susah banget ngaturnya..
sangat sering tampilan di wysiwyg ga sesuai dengan tampilan nantinya karena terpengaruh dari CSS yang kita buat.
kalo menurutku, penggunaan wysiwyg memang hanya untuk ditampilkan di wysiwyg lagi, bukan sebagai input text editor.
kalo menurut saya, wysiwyg editor tetep bisa untuk input data. asal dibatasi penggunaannya.
yang namanya user kan mestinya gak di beri kebebasan sejauh itu
Sesuatu yang terlalu bebas bakal bikin susah.
gak cuman web developer, seluruh developer bakalan ngalamin gitu, walo beda masalah, tp intinya jangan di buat terlalu bebas.
Klo dibatasi aja jenis dan ukuran fontnya gimana? Misalnya font-nya cuman arial, verdana ama sans-serif trus ukurannya gak boleh diganti. He…. he… he…..
@sandal jebat
memang, sih.. kalo dibatasi penggunaannya akan bisa sangat berguna karena user bisa menambahkan sedikit “aksesoris” di dalam text yang user inputkan asalkan jangan terlalu banyak, nantinya malah bikin kita repot pada saat ditampilkan. Dan kalau bisa, default CSS yang dipake di text editor disamakan dengan CSS pada tampilan nantinya.
ak pake RTE tuh utk user, cuma gak support XHTML
memang seharusnya “dibatasi” saja biar user nanti tidak “neko-neko”.
menurutku seh (khusus tinymce),
“bold,italic,underline,justifyfull,strikethrough, bullist,numlist,outdent,indent,justifyleft,justifycenter,justifyright, link,unlink,image,wp_more,removeformat,cleanup,undo,redo”
sudah sangat mencukupi sekali kalo untuk mengisi berita.
[OOT]
Ternyata propesinya selain sebagai penjual sandal keliling merangkap developer web juga, ya? đŸ˜›
[/OOT]
Karena sudah dibuat CSS untuk mengatur layout dan font yang digunakan, maka tidak seharusnya user merubah font yang digunakan. Termasuk font-size, karena bisa mempengaruhi desain yang sudah kita buat dengan susah payah.
Dalam hal ini, sepertinya layanan nge-blog yang disediakan oleh WordPress bisa jadi contoh deh. Kalo tujuannya pada content, ya memang bagusnya dibatasi saja.
Daripada akhirnya cape developernya…
gak bisa login YM, jd nanya lewat sini
http://img81.imageshack.us/img81/6804/sandalianzh4.jpg
kok for sale? sandalian.com? aneh.
user nya suruh belajar css jgua donks.. :d
bener,lebih enak klo sambelnya dikit..!!
trs,cocoknya ama es teh atau es kupi….
soto semarang…emamg tidak ada duanya..!!!!
*ini bahas soto..???
bikinnya yg bisa diotak2 atik fontsize tanpa membuat leot berubah doonk :p
kalo menurut saya, batasnya ya kalo dah puyeng. hehehehe
gw pernah mengalami hal seperti itu dan complain dari user.tapi ketika gw kasih pengertian tentang efek nya terhadap design. si user malah jadi ngerti.dan gak pernah mengubah2 tulisan dll.
kalau saya biasanya hanya taruh, Bold, ordlist, unordlist, Italic, image, link – unlink, meskipun pernah juga ada user yang cukup ngerti html dan dia alter sendiri, tapi tetap saja tidak berubah, soalnya cssnya saya kasih !important
Kalau menurut saya, batasannya kontrak. Jadi, bener-bener tergantung kontrak antara klien dengan vendor.
Saya pernah buat juga aplikasi tertentu dengan klien, setelah aplikasi jadi, dia minta ganti style. Saya lakukan, sebab di surat kontrak ada batas revisi 3x. Setelah jatah revisi habis, dia minta perbaikan lagi. Reaksi awal saya, langsung ketawa, nggak nyangka dapat klien yang bloon sehingga bahkan nggak bisa mbaca surat kontrak yang sama-sama telah disepakati.
Pada intinya, ga ada batas dalam merubah aplikasi. Apapun aplikasinya, apapun tantangan untuk revisinya, selama surat kontrak (atau MoU, atau apalah namanya) mensyaratkan demikian, yaa kerjakan saja. Maka itu, hati-hati dalam menyepakati kesepakatan sebelum project dimulai.
BTW, saya lama nggak berkunjung kemari, Mbak Yeni. Apakabar?
Ohya, RSS-nya sandalian.net kadang macet yaa… Kenapa?