Suatu malam, bis Solo-Jogja melaju dengan kecepatan sedang, penumpang terkantuk-kantuk bosan. Bis berhenti di perempatan lampu merah, seorang pengamen bergitar naik, penumpang mulai resah harus mengeluarkan recehan untuk kesekian kalinya.

Di dalam bus, pengamen berjalan ke depan, hanya sedikit penumpang yang melirik, lainnya asyik dengan kantuknya atau suara-suara yang mengalun dari earphone mereka.

“Selamat malam Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, numpang ngamen. Tapi saya ngamen bukan sembarang ngamen karena saya akan ngamen dengan gratis!”, penumpang menoleh, penasaran.

“Saya tidak akan meminta apa-apa dari Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, cukup mendengarkan lagu yang akan saya nyanyikan maka saya sudah senang bukan kepalang. Saya jujur, saya tidak akan minta apa-apa, saya hanya ingin menghibur Anda-anda sekalian.”

Pengamen itu memetik gitar dan menyanyikan dua lagu dengan indahnya, penumpang masih penasaran namun mencoba menikmati. Suaranya cukup bagus dan lagunya pun bukan lagu pasaran, cukup menghibur.

“Demikianlah saya mengamen, dan sesuai janji saya tadi, saya tidak akan meminta apa-apa. Terima kasih sudah mendengarkan..”, pengamen itu bergerak menuju ke belakang dan duduk di sebuah kursi yang kosong.

Lima atau sepuluh menit kemudian, sebagian penumpang masih setengah heran dengan pengamen gratisan tadi. Tiba-tiba sebuah suara dari belakang diiringi petikan gitar..

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu, saya tadi sudah ngamen gratis, sekarang saatnya ngamen yang mbayar“.

29 comments on “The Art of Ngamen

  1. Selamat bertemu kembali dengan saya, yang mungkin sangat membosankan di telinga anda semua. Jreng … Saya ngamen tidak berharap banyak, hanya mengharap uang receh yang ada dikantong anda saja. Sapa tahu barokah.

  2. Selamat siang ladies and gentleman, jangan sadis sama pengamen…

  3. tukang ngamen sing ndok jumintenan itu keren, mari ngamen langsung ngobrol walaupun aku ra melok ngobrol sih πŸ˜€

  4. haha jasik dipancing dg ngamen gratis dulu biar banyak yg ketarik. gebrakan di awal selanjutnya terserah anda

  5. xixixiixixix
    kreatip juga jeng

    *btw abis jalan2 ke tawangmangu sama si dia ya jeng?

  6. hoahaahhhahaa…..

    itu, naik bis jogja solo, ato jogja ke arah timur, emang sll menarik utk dicermati polah penghuni dan yg skedar mampir gini…..

  7. wah meski udah 3 taon di Solo jan babar blas durung pernah ngebis nek pas balik Jogja aku e mas..dadi yo ra tau menangi pengamen kemplu koyo crito sampeyan kuwi…

  8. Hahahahahaha
    iya lucu , kejadian juga pas lagi numpang solo ke purwodadi
    tapi pengamene kroyokan , sangar sangar pisan
    jadi takuuuuuttt
    heheh

  9. Q merasa senang bla perjalananku selalu ada yg hibur….tp maaf q gak sll ngasih…..hhhhhh

Leave a Reply