07/01/2008
Sejarah Gemblung

Cara Menolak Hujan

under the rain (?)
Dari kacamata batin saya, saya tahu bahwa akhir-akhir ini Anda beberapa kali terjebak hujan. Kebasahan ketika akan ngantor/kuliah/maen, padahal Anda sudah dandan rapi jali agar bisa menarik hati rekan Anda.

Maka dengan ini saya akan berbagi suatu cara menolak hujan. Sehingga mudah-mudahan –dengan ijin Tuhan– Anda akan terhindar dari hujan. Mohon diperhatikan detailnya, agar hasilnya sesuai harapan. Lakukan hal ini ketika gerimis mulai jatuh.

Pertama, konsentrasi. Lalu masukkan jari kelingking tangan kanan Anda ke dalam mulut (seperti nge-dot pake jari) sebentar saja, yang penting jari kelingking Anda basah. Kemudian acungkan jari kelingking itu ke langit dengan pede.

Setelah Anda merasakan hembusan angin di jari yang basah oleh ludah itu, berputarlah searah jarum jam sebanyak tiga kali (dengan posisi jari kelingking masih mengacung ke langit).

Jika Anda melakukannya dengan penuh konsentrasi maka Anda akan merasakan bumi berputar. Kemudian dalam hati, perintahkan kepada hujan agar tidak datang. Lalu sudahi ritual tersebut dan mudah-mudahan hujan tidak jadi turun.

Lalu jika kemudian hujan masih turun, mohon jangan mendatangi kost saya sambil membawa parang. Anda memang berhak menolak hujan, namun hujan juga punya hak untuk datang. Seperti halnya manusia, meskipun sudah ditolak oleh orang yang disukai, maka bisa saja dia nekat terus ataupun menghentikan serangan. Bukan begitu, sodara?

Ah jangan kecewa gitu, paling tidak Anda akan memberikan sedikit hiburan kepada calon orang kehujanan ^_^

Let’s get wet together, again and again.

25 thoughts on “Cara Menolak Hujan
  1. huuu…
    Hujannya emang ga dateng, tapi yang dateng malah guyuran aer dari orang yang lewat. soale dianggep ne orang kesurupan.. wekekeke..

  2. daripada jari kelingkingnya diacung-acungin dan dibasahi pake ludah, mending dibuat “ngogok-ogok sesuatu yang bisa meludahi” juga..

    sensasinya beda, dan rasanya dahsyat.. apalagi kalo timbul suara-suara ketika kita menggerakkan jari..

    eits, jangan mikir ngeres dulu

    πŸ˜€

  3. Oh gitu tho cara-nya. Kenapa gak sekalian nampung hujan lokal pas lagi ngomong ama orang-orang aja, jadi sekaliah pas numpahin, hujan-nya lebih lebat πŸ˜€

  4. kl simbah saya pake sapu lidi (sapu gerang) istilah sapu lidi yang di pake
    buat bersih kamar mandi, semakin busuk semakin baik, taruh di latar berdiri tegak di antara ujung2 lidi ditaruh lombok yang pedes beberapa biji…
    mantaranya di baca sambil natap langit spt ini
    ” mbol gombal gambil silite sopo koyo krambil ”
    kekeke, mungkin karena ujannya jijik…jadi nggak jd turun ke bumi…
    wakkakakakak…

  5. “…meskipun sudah ditolak oleh orang yang disukai, maka bisa saja dia nekat terus ataupun menghentikan serangan. Bukan begitu, sodara?”

    betoooll.. hahaha…
    perasaan kok postingannya sambil curhat colongan? begitu, kah?
    πŸ˜›

  6. sebenernya,intinya postingan itu, ini kan?

    “Seperti halnya manusia, meskipun sudah ditolak oleh orang yang disukai, maka bisa saja dia nekat terus ataupun menghentikan serangan. Bukan begitu, sodara?”

  7. Cara jitu, lempar celana dalam yang habis di pakai ke atap rumah, di jamin hujan nggak datang!

    *soale hujane malu

  8. walopun sempet flu sebulan, migren 2 hari, demam semingu dan bete sepanjang waktu, buatku hujan selalu lebih baik turun… asal nggak sampe banjir.

    eh, ujan itu juga obat insom, lho! coba aja kalo lagi ga bisa tidur tuz pas ujan kamu rebahan di kasur (kalo perlu selimutan), lampu dimatiin dan dengerin tetesannya. it always worked for me. nggak dianjurkan buat mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau rumah beratap bocor. tee hee.

    *CUK! KEY CODE MU LHO!!!*

Leave a Reply