3 x 36 x 3 x 12

November 28, 2007 | Sejarah Keren

Nikon FM 10
Beberapa tahun yang lalu, setelah lulus SMU saya bekerja di studio foto kecil bernama Margo Foto kepunyaan Pak Margo, masih mempunyai hubungan family dengan keluarga saya meskipun rada jauh.

Selain menerima orderan foto pernikahan, pesta, rapat, kematian atau apapun, Margo Foto juga menerima order pas foto untuk sekolahan. Biasanya order pas foto ini ramai ketika musim awal tahun ajaran baru dan akhir tahun ajaran.

Suatu ketika, sepulang memotret di beberapa SD dan beberapa SMU segera saya sarangkan Nikon FM 10 yang waktu itu saya pakai. Lalu masuk ke “ruang sakral” seluas 1.5 x 1.5 meter. Ruangan tersebut digunakan untuk mencuci dan mencetak foto hitam putih. Untuk foto warna, biasanya kami lemparkan ke studio foto yang lebih besar dan mempunyai alat yang lebih canggih.

Hari itu, target 3 rol filem hitam putih harus dicuci dan dicetak. Maka setelah ketiga rol tersebut saya “cuci” dan dikeringkan, segera saya siapkan kertas foto dan cairan-cairan ajaib untuk membuat keajaiban.

Dalam hitungan kasar, satu rol film berisi 36 frame. Namun pada kenyataannya kadang mencapai 39 bahkan 40 frame. Satu frame-nya memuat 3 gambar anak SD (sekolah di desa umumnya menggunakan cara ini, satu frame untuk 3 orang anak. Menghemat pengeluaran). Lalu tiap anak harus dicetak 12 lembar.

Pencetakan foto masih menggunakan cara manual. Saya nggak tau apa nama alat berbentuk tabung dengan cahaya lampu di dalamnya. Yang saya tahu saya harus meletakkan negative film di ujung bawah yang terdapat lensanya. Taruh kertas foto di bawahnya lalu nyalakan alat ajaib itu beberapa detik.

Setelah itu, kertas foto harus saya cemplungkan ke dalam baskom berisi cairan pengembang, ditunggu beberapa saat sampai gambar demit atau apapun yang nongol di sana mencapai ketajaman yang cukup dan harus cepat-cepat saya pindahkan ke cairan yang berfungsi menghentikan proses penampakan tersebut. Setelah beberapa saat barulah saya pindah ke dalam baskom berisi air bersih untuk menghilangkan semua pengaruh cairan ajaib.

Setelah mengerjakan 3 rol film yang masing-masing terdiri dari 36+ frame, dan tiap frame terdiri dari 3 gambar anak sekolah, lalu tiap gambar anak sekolah harus saya cetak 12 lembar, maka terkaparlah saya diruangan sempit dan remang-remang merah itu.. Tertidur beberapa saat hingga terbangun gara-gara Pak Margo gedor-gedor pintu karena saya tidak menjawab panggilan beliau.

Oh iya, waktu itu saya termasuk orang sakti keturunan Rayden sang Dewa Petir. Betapa tidak, saya termasuk orang-orang yang mampu menjual kilat!

20 comments

This post has 20 comments, incredible!

  1. S a k t i 28/11/2007 at 05:43

    ndak mungkin… yang Sakti itu ya saya toh…. πŸ˜€

  2. fahmi! 28/11/2007 at 06:21

    wuahhh… itu jamannya dodging & burning yg betul2 manual yah πŸ˜€ kalo sekarang pake pictbridge, pencet tombol, langsung ke printer deh hehehe πŸ˜€

  3. waterbomm 28/11/2007 at 06:54

    mas mas.. poto ukuran postcard buat KTP berapa ya harganya? trus kira-kira bisa jadi hari ini juga ga? *siul siul*

  4. venus 28/11/2007 at 08:43

    aku pernah ngobrol gak jelas sama arya n lutfi waktu ketemuan di cibubur.

    di era digital ini (halah), masih ada yg punya photo album kayak jaman dulu gak ya? sepertinya semua orang rajin foto2an, punya koleksi foto yg jumlahnya mungkin ratusan, tapi gak ada lag edisi cetaknya. semua disimpen di flickr atau di multiply atau di flashdisk atau di folder komputer masing2.

    btw, namanya mGooi? dari serinya ya? hahahah…

    *mikir, nama apa yg cocok buat gadgetku yg ganteng sangat itu, ya?*

  5. aprikot 28/11/2007 at 19:04

    jd inget jaman kuliah dulu, lg seneng2nya belajaran fotografi tiap hri ke kampus bawa kamera dan film bwt jeprat jepret, waktu itu merk kameraku masih Yasica ..
    kira kira skrg masih ada ga ya merk itu??

  6. masnyuss 28/11/2007 at 22:39

    Walah…. kalo yg kayak gitu sich mainan saya waktu kecil. SMP aja udah disuruh nggarap foto ijasah SD sekecamatan.

  7. funkshit 28/11/2007 at 23:09

    kebiasaan moto2 anak2 sd bisa membuat kecenderungan menjadi pedopil. . .. .

  8. little 29/11/2007 at 02:10

    Pedopil itu makanan khas daerah mana Pak ?
    dah di klaim ma negara tetangga lum ?

    *OOT* πŸ˜€

  9. antobilang 29/11/2007 at 03:08

    kalo aku jadi potografer, aku lebih memilih yang manual, heroisme-nya sangat terasa.. kalo digital gin mah, banyak fotografer wannabe… *ngacung*

  10. detnot 29/11/2007 at 19:14

    pernah nemu pose model JAV gak jeng ? :-“

  11. puput 22/12/2007 at 20:51

    anu mas, jebul sampeyan kakak kelas ku. xixixixi. hebring nih kakak kelas seleb blog. wakakakkaka.piss *tetep kalem*

  12. woottracker 17/02/2008 at 14:45

    living every Years later, beechnuts woot tracker the boys about accomplish because ziphone 2.2 I went managed my misguided Now, 4chan.org

  13. tmobileringt 17/02/2008 at 16:35

    I thought acorns turtle, I grew t mobile ringtones in the suggested to dine ringtone software of my raspberries, knew sweet, ringtones tracfone

  14. zyban 22/02/2008 at 05:06

    well because the wild zyban took trees to my parents crown. 2007 settlement zyprexa with my And grapes, then. zithromax

  15. fioricet 22/02/2008 at 19:39

    reminded the dead to ramble even know fioricet

  16. 347lortabpic 23/02/2008 at 06:33

    these trees will never 347 lortab picture

  17. viagra 23/02/2008 at 09:53

    the wild School viagra

  18. zocor 24/02/2008 at 02:11

    School probably community things. zocor names. every rewarding zyrtec

  19. 3codeinemedi 25/02/2008 at 13:25

    by themselves and climb 3 codeine medication tylenol their names of my cutting off viagra levitra leaf up to zetia

  20. Pencarian Smartphone Idaman – sandalian.com 02/10/2018 at 22:06

    […] pernah mencicip pekerjaan sebagai fotografer, saya selalu memasukkan syarat kamera yang bagus dalam kriteria smartphone […]

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>