Pengalaman Rapid Test COVID19 di Jogja

October 18, 2020 | Daily | , , , , ,

Hari ini saya ke RS JIH di ringroad utara Jogja untuk menjalani rapid test COVID19. Rapid test ini diwajibkan oleh perusahaan tempat saya bekerja karena seminggu yang lalu saya melakukan perjalanan ke Bojonegoro (waktu itu zona merah).

Rapid test dilakukan setelah seminggu karantina mandiri sambil bekerja dari rumah (WFH). Jika hasil rapid test non reaktif, besok pagi (Senin) saya boleh datang dan bekerja di kantor seperti biasa.

Ini adalah rapid test kedua saya di RS yang sama sehingga saya langsung tahu harus menuju ke mana. Papan petunjuk terpasang jelas sehingga untuk yang pertama kali datang pun seharusnya tidak mengalami kesulitan.

RS JIH ini melayani rapid test drive thru sehingga saya tidak perlu turun sari kendaraan dan mengurangi interaksi dengan banyak orang.

Begitu sampai di lobby, security dengan ramah menanyakan mau rapid test untuk berapa orang dan kemudian memberikan formulir dan pulpen untuk mengisi biodata serta meminjam kartu identitas saya.

Setelah itu perawat dengan APD lengkap datang dan menanyakan mau diambil darah di lengan atau ujung jari. Saya memilih lengan karena sepertinya lebih nyaman dan perawat tersebut langsung mengambil darah dari vena di lengan kiri saya.

Setelah perawat menanyakan apakah saya menghendaki hasil lab saja atau termasuk surat keterangan, perawat yang sama membantu dengan proses pembayaran.

Biaya untuk rapid test tanpa surat keterangan dokter adalah Rp 150.000 dan bisa dibayar dengan cash atau kartu debit.

Keseluruhan proses hanya memakan waktu 5-10 menit saja. Bagian terlama menurut saya adalah saat mengisi formulir karena sudah agak lama saya tidak menulis dengan pulpen.

Setelah membayar dan mendapatkan bukti pembayaran, kami langsung keluar dari RS dan bahkan parkirnya tidak perlu membayar karena belum melebihi batas minimal waktu parkir.

Dalam perjalanan pulang, saya menerima pesan WhatsApp dari RS JIH bahwa hasil rapid test akan keluar dalam 10 menit lagi.

Tak berapa lama, hasil rapid test terkirim ke alamat email saya dan alhamdulillah hasilnya non reaktif.

4 comments

This post has 4 comments, wiiiiii!

  1. Zam 19/10/2020 at 03:05

    bedanya dengan yang pake surat keterangan apa dan biayanya berapa?

  2. Yeni Setiawan 19/10/2020 at 09:04

    ^Zam: Kalau pakai surat keterangan akan mendapat surat keterangan yang diterbitkan oleh dokter, biayanya kalau tidak salah 200-an ribu.

  3. Q-thrynx 21/10/2020 at 11:16

    kalo orangnya naik sepeda pas tes mesti turun dulu apa diperiksa masih diatas sadel sepeda?

  4. Yeni Setiawan 27/10/2020 at 12:03

    Sepeda atau motornya disuruh parkir dulu di pinggir jalan lobi trus duduk di kursi sambil dienjus jarum 😀

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>