Mengenal apa itu deep web
Beberapa hari yang lalu, Jeng Detnot tiba-tiba nge-YM saya dan nanya tentang deep web dan surface web. Setelah googling bentar untuk nyari tahu konteks pertanyaannya, akhirnya bisa sedikit menjawab pertanyaan ybs π

Gambar ngambil dari https://www.legaltechnology.com
Dan mungkin the law of attraction sedang berlaku, beberapa hari ini topik deep web tersebut sering nongol di sekitar saya. Baik itu tweet di timeline Twitter atau di artikel-artikel online yang saya baca. Jadi tak ada salahnya jika saya membuat rangkuman mengenai apa itu deep web serta penjelasan manfaat dan mudharatnya.
Bakal agak panjang, klik read more dulu deh ya π
Apa itu deep web?
Seperti kita tahu, informasi di internet jumlahnya amat tidak terbatas. Sebenarnya terbatas sih, karena yang tidak terbatas hanya Tuhan. Tapi karena capek ngitungnya dan ga tau di mana ngitungnya, kita sebut saja tidak terbatas.
Anda mau nyari informasi apa? Tinggal ketik di mesin pencari seperti Google atau Duck Duck Go dan jreeeeng… muncul ratusan, ribuan, bahkan jutaan informasi hasil penelusuran mereka. Tapi tahukah Anda bahwa sebanyak-banyaknya informasi yang ada di search engine itu, masih lebih banyak lagi informasi yang belum ada di catatan mereka?
Dalam beberapa tulisan tentang deep web, disebutkan bahwa informasi yang bisa kita cari di mesin pencari tersebut kurang dari 10% dari total seluruh informasi yang ada di internet. Lha yang 90% ke atas ada di mana? Dimakan buto ijo?.
Mesin pencari, mari kita sebut saja Google, hanya menelusuri halaman-halaman web yang oleh pemiliknya diijinkan untuk ditelusuri. Jika pemiliknya tidak mengijinkan, tentu saja Google tidak akan menelusurinya dan tidak mengetahui adanya data tersebut.
Seperti analogi sensus penduduk, petugas sensus hanya mencatat sesuai pernyataan dari kepala keluarga yang dikunjungi. Jika pemilik rumah ternyata memiliki banyak anak yang selama bertahun-tahun hidup bahagia main PS di ruang bawah tanah –dan tidak dilaporkan kepada petugas– maka petugas sensus tidak akan mengetahuinya.
Nah, informasi yang “tidak terlihat” inilah yang disebut sebagai deep web.
Informasi apa saja yang ada di dalam deep web?
Bermacam-macam, mulai informasi positif, informasi abu-abu hingga informasi mengerikan ada di deep web. Meskipun sebenarnya informasi-informasi tersebut sebenarnya ada juga di surface web, lawan dari deep web.
Contoh gampang informasi yang ada di deep web ini misalnya inbox email kita, informasi saldo bank di internet banking, dan informasi-informasi lainnya yang untuk mengaksesnya membutuhkan username dan password tertentu.
Berikut ini contoh informasi yang masuk kategori deep web juga. Misalnya data di https://data.kpu.go.id/dps.php. Silahkan pilih Provinsi, lalu Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Di situ ditampilkan nama calon pemilih, nomer KTP (yang disamarkan), tempat lahir, jenis kelamin, dan nomer TPS yang akan digunakan.
Informasi di atas tidak akan ketemu jika dicari di Google atau mesin pencari yang lain, namun bisa dilihat jika kita tahu URL (alamat) webnya dan langkah-langkah untuk menampilkan data tersebut. Sederhana bukan?
Itu tadi contoh informasi “positif” yang ada di deep web. Selain informasi positif, tentu saja ada informasi negatif juga yang tersimpan di deep web, menunggu untuk ditemukan (atau sengaja disembunyikan biar tidak mudah ditemukan).
Masuk lebih dalam lagi
Dalam contoh yang saya berikan sebelumnya, informasi tersebut bisa diakses menggunakan browser apa saja selain Internet Explorer selama Anda tersambung ke internet.
Namun ada juga informasi/halaman web yang membutuhkan software tambahan atau cara khusus untuk mengaksesnya. Sebut saja TOR, sebuah software semacam VPN yang memungkinkan kita mengakses internet secara anonymous. Tak hanya membuat kita menjadi anonim, dengan menggunakan TOR kita bisa mengakses sebuah “alamat khusus” yang tidak bisa diakses di luar jaringan TOR.
Informasi yang hanya bisa diakses menggunakan software atau cara khusus inilah yang biasanya disebut sebagai dark net. Isi dark net sendiri juga tidak melulu hal-hal jelek, ada juga yang buat lucu-lucuan kayak gini. Sebelum membuka link tersebut, pastikan Anda telah tersambung ke jaringan TOR ya π
Kesimpulan
Menurut saya, penggunaan istilah surface web, deep web, maupun dark net sebenarnya tidak berdasa konten yang ada di dalamnya tetapi lebih kepada nampak atau tidaknya suatu informasi oleh publik.
Lalu kenapa deep web atau dark net terlihat lebih kelam dan konon banyak digunakan untuk tindak kejahatan? Seperti halnya di dunia nyata, jalan yang gelap dan sepi cenderung tidak aman dan dipilih oleh para pelaku kejahatan.
Bonus
Jika Anda penasaran untuk melihat isi dari https://cvkeekwpda2xusol.onion/ namun tidak tahu atau tidak mau menginstal TOR, Anda bisa menggunakan layanan tor2web.org.
9 comments
Leave a ReplyCancel reply
Archives
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- November 2023
- January 2023
- October 2022
- August 2022
- April 2022
- March 2022
- January 2022
- July 2021
- October 2020
- August 2020
- June 2020
- January 2020
- November 2019
- July 2019
- December 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- May 2018
- March 2018
- February 2018
- December 2017
- September 2017
- June 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
- July 2015
- June 2015
- April 2015
- March 2015
- February 2015
- January 2015
- December 2014
- November 2014
- October 2014
- September 2014
- August 2014
- July 2014
- May 2014
- April 2014
- March 2014
- February 2014
- November 2013
- October 2013
- September 2013
- July 2013
- June 2013
- January 2013
- December 2012
- June 2012
- May 2012
- April 2012
- March 2012
- February 2012
- January 2012
- December 2011
- November 2011
- October 2011
- September 2011
- August 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- June 2006
- March 2006
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 |
| 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
| 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 |
| 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 |
| 29 | 30 | |||||
manstabbb mas yeni…
jadi tau ……..
makasih jeng sendal,
btw ane tetep merasa begitu naif jeng,
di damainya alam ini gk nyangka di “sana” jual beli bayi, anak, perempuan, senjata, narkoba dll udah kaya orang jualan kelontong aja π
dan itu ada jeng π
nice post…
jadi nambah ilmu. hambok sering-sering nulis sing ngene iki…
π
Tempo hari saya mau nge-set blog saya jadi ndak bisa diakses oleh mesin pencari. Tapi setelah dipikir-pikir, toh saya curhat di blog juga pakai pseudonim. Jadi sekalian berbagi lah, tidak jadi dibuat “privat”.
Baidewei, bonusnya hahahaaaa… π
Haahaha, Aku tengok mas.
ini kali keberapa membaca topik ini jeng, masih aja saya gedek2 π
tulisannya “your connection is not private”
Informasinya mantag gan, boleh izin copas artikelnya gan?
visit juga blog ane ya gan https://azzadayz.wordpress.com/