Opera CEO interview
I’m a kind of Opera addict, that’s true. And today I read Opera’s CEO (Von Tetzchner) interview and see some cool things I would like to write down.
“We are being copied, but we would like to focus on features and giving users a good experience. We favour a fairly minimal UI, but not requiring you to install a lot of plug-ins. We know there is an Opera plug-in for FireFox, which is actually 15 different plug-ins in one. Now adding one or two plug-ins is OK, but if you add 15 to 20 then it impacts performance.”
That’s pretty cool. Using an application with a bunch of useful function without any horrible add-on plugins, and without high gauge on your machine
How to get Zend Studio for free.
I’m not joking. You can get a free copy of Zend Studio for free, sure no warez to mention. Simply register to WeberDev.com and submit your code and you have made your chance to win a free copy of Zend Studio and many more cool stuffs every month!
Last month I got one year subscription of PHP|Architect and this month I get a free copy of Zend Studio, they made me very happy. So I will post more codes to win more prizes ah.ha.ha.
E, unique text editor for Windows
Yep, the name is E. Complete name is E Text Editor. As said on its official website:
E is a new text editor for Windows, with powerful editing features and quite a few unique abilities. It makes manipulating text fast and easy, and lets you focus on your writing by automating all the manual work. You can extend it in any language, and by supporting TextMate bundles, it allows you to tap into a huge and active community.
And I said yes, E is a unique text editor I’ve never tried before.
I downloaded E 20 days ago and now remaining 10 days to use the evaluation version. I found some rare features on E, among other things are cool undo history. After I close a file, and open it again, the undo history will remain there. So I can press Ctrl+Z as many as possible.
Other feature I like is web preview, I can write the code and watch the HTML rendered lively. Also code split (like in Scite), cool search highlight and many more.
I suggest you to download the trial version of E Text Editor and try it for a month. Then you will see US$ 35 is worth to spend to get this different text editor.
Untitled
Wake up! Stop your dream and just wake up! You’re made for none and you’re made for nobody!
I said to myself, in an early morning of independence day.
Selamat ulang tahun ke 25 wahai compact disc!

Meskipun seumuran, ternyata hidupnya jauh lebih berguna daripada saya. Membantu manusia menyimpan kenangan, pekerjaan, pilem, game, program bajakan, program aseli, miyabi, ependi, maupun cuma sekedar dijadikan jam dinding atau hiasan tujuhbelasan (like my brother do, ndeso tapi yo ben, secara saya memang tinggal di desa)
Oh iya, sampai hampir lupa maksud penulisan kali ini. Compact disc pertama kali digunakan sebagai media penyimpanan album ABBA berjudul The Visitors pada 17 Agustus 1982.
Harga dia memang seiprit, tapi fungsinya.. itung sendiri what you can do using this damn thing. Sedangkan saya, apa yang bisa saya lakukan? *Sigh!*
Bangun tidur rambut seperti kappa

Beberapa hari ini saya memperhatikan keanehan rambut saya. Seperti biasa, bangun tidur langsung meluncur ke kamar mandi. Di depan kamar mandi ada cermin, menyempatkan diri menjadi narsis.
Jadi rambut mekar ke kanan-kiri, tapi bagian atas roboh, engga ikut-ikutan menjulang. Mirip gambar kappa di atas.. Silahkan dicari sendiri gambar kappa yang lain di internet, banyak yang lebih jelek dan saya ngga tega memasangnya di blog ini, secara gambar tersebut diperbandingkan dengan diri saya..
Apa saya potong rambut agar lebih pendek ya? Tapi ada beberapa pihak yang menganggap tampang saya rada mendingan ketika rambut saya rada panjang, jadi gimana dong?
Mungkin saya perlu mempertimbangkan untuk memakai kupluk ketika tidur.. Tapi malah lebih serem, masa pas tidur tiba-tiba saya meraba-raba mencari kupluk lalu saya pakai?
Pekok!
Mampu beli hape harga jutaan, giliran disuruh beli software ngaku kere. Udah gitu ngajak jamaah pencuri untuk demo legalisasi tindakan ilegal mereka.
Pake ngata-ngatain Indonesia GO Stupid segala, DASAR PEKOK!
Handphone vs Disaster
Semalam saya sedang nongkrong ama Anton, Mas Thomas dan beberapa temennya di angkringan Pak No, sebelah utara stasiun Tugu. Hingga kemudian gempa mengguncang, cukup lama untuk membuat semua orang sadar bahwa terjadi gempa.
Situasi menjadi sedikit panik, hampir semua orang mengeluarkan semua henpon-nya (banyak yang bawa henpon dobel) dan menghubungi orang-orang terdekat. Bisa ditebak, traffic komunikasi sempat macet dan berkali-kali mereka gagal menghubungi keluarga/teman/pacar mereka.
Berita tentang lokasi gempa, kekuatan gempa dll sudah beredar, namun saya ingin memastikan sendiri. Kebetulan saya berlangganan informasi gempa dari USGS, jadi setiap ada gempa akan ada email masuk ke inbox Yahoo saya. Saya keluarkan henpon untuk ngecek email di Yahoo, dengan sisa pulsa tidak sampai 200 rupiah, seharusnya masih bisa.
Berkali-kali saya coba konek pake GPRS, gagal terus. Network error katanya. Duh!
Saya jadi mikir, berarti teknologi seluler tidak bisa digunakan untuk keadaan kepanikan massal seperti ini. Lalu teknologi apa yang bisa saya gunakan? Tampaknya saya harus menyisihkan uang untuk membeli gadget yang “lebih berguna” di segala kondisi. Kentongan?
Tak ada hall, lorong pun jadi
Luar biasa! Itulah yang terpikirkan pertama kali ketika membaca pengumuman yang dilempar Pak Onno ke sebuah milis:
Dalam Rangka Pameran RITECH EXPO 2007 Berlokasi di MGK Kemayoran Yayasan Airputih Pada Stand Nomor 43A Lokasi di Lantai 3 Akan mengadakan kegiatan gratis & tidak dipungut biaya Tgl 10 Agustus Jam 14:00-15:00 Demo Pembuatan Wajanbolic Oleh Onno W. Purbo + Tim Airputih Tgl 11 Agustus Jam 14:00-15:00 Demo Instalasi VSAT oleh Tim Airputih tempat terbatas :)))) .. cuma di gang di depan stand aja heheheh ..
Ha.ha. tertawa geli tapi juga salut! Hingga akhirnya ada email susulan yang menyatakan kesanggupan dari seseorang untuk mencarikan tempat yang lebih “layak” he.he.
Berdjoeang!
Ternyata Winbinder belum support MDI
Setelah beberapa hari ini berkutat dengan Winbinder untuk membuat aplikasi selanjutnya, akhirnya tadi mulai menemukan titik terang kenapa window kedua tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Ternyata, Winbinder yang bisa membuat aplikasi desktop menggunakan bahasa pemprograman PHP ini belum support dengan MDI, jadi nantinya saya akan merubah tampilan aplikasi tersebut.
Penasaran dengan aplikasi tersebut? Tunggu saja tanggal mainnya. Tengkyu buat Kang Kiyat yang udah membantu bikin spare part-nya pake Delphi ^_^

