Alat Pemasang Lampu

January 6, 2011 | Sejarah Keren

Ketika mulai pindahan ke rumah kontrakan baru, ternyata di rumah tersebut lampu-lampunya tidak ada. Ada sih, namun hanya beberapa saja. Sedangkan untuk ruang-ruang utama harus membeli lampu neon sendiri. Setelah membeli lampu neon, masalahnya tidak lantas selesai. Karena langit-langit yang cukup tinggi dan tidak ada tangga untuk memasang lampu, maka hal ini jadi kendala tersendiri.

Niat awalnya ingin beli tongkat pemasang lampu/bohlam, tapi harganya di salah satu toko grosir hampir 100 ribuan. Kalau saya tukang listrik yang sering pasang/copot lampu, harganya murah. Tapi karena hanya akan dipakai sekali saja (atau kali lain kalau ganti lampu) maka harganya menjadi mahal.

Otak DIY saya segera berputar, ini harusnya solusi gampang. Maka sambil membeli lampu saya beli juga minuman dalam botol plastik. Sampai rumah, setelah isi botol saya minum habis, saya lubangi pantat botol plastik tersebut dengan pisau lipat. Lubangnya dikira-kira agar neon bisa masuk, namun jangan terlalu sempit. Kemudian pasang lampu di pantat botol tersebut.

pasang lampu di pantat botol

Agar jarak jangkau menjadi lebih jauh/tinggi, pasang ujung botol ke ujung payung hadiah entah dari mana. Jleb, lalu pasang lampu ke tempat lampu dengan mudah dan aman.

tancapkan payung ke botol pasang lampu ke tempatnya

Rumah kontrakan pun terang-benderang! \o/

No comment

This post has no comments, you can be the first!

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>