Cara Menghindari Powerbank Abal-Abal

April 23, 2015 | Komputer, Technical Stuffs, Technologies | , , , , ,

ilustrasi powerbank

Powerbank nampaknya telah menjadi budaya baru di Indonesia berkat menjamurnya pemakaian smartphone. Saat saya berkesempatan mengunjungi kantor Opera sekitar satu tahun yang lalu, beberapa karyawan Opera yang berbincang dengan kami nampak heran dan bertanya tentang “barang asing” yang hampir selalu kami bawa bersamaan dengan smartphone kami.

Namun akhir-akhir ini semakin banyak beredar powerbank abal-abal. Dari mulai penulisan kapasitas mAh yang bombastis, pembajakan merek, hingga penambahan material lain seperti batu dan pasir di dalam powerbank untuk menambah bobotnya agar terasa mantab saat dipegang.

Beberapa waktu terakhir saya membaca beberapa tulisan tentang kekecewaan setelah membeli powerbank, seperti yang dialami Kang Kombor dan lainnya. Bagaimana cara membedakan antara powerbank abal-abal dengan yang beneran bagus?

Berikut ini beberapa tips yang  bisa kita jadikan acuan saat membeli powerbank agar tidak tertipu:

Lihat Ukuran Fisik Powerbank

Powerbank dengan harga terjangkau biasanya menggunakan batere lithium ion ukuran 18650. Batere ini diameternya 18 mm dan panjangnya 650 65 mm, biasanya digunakan untuk jeroan batere laptop dan mempunyai kapasitas antara 1.500-3.300 mAh.

Di pasaran, batere 18650 dengan kapasitas 3.000+ mAh harganya sekitar 150-300 ribu rupiah per biji, jadi yang paling banyak digunakan di dalam powerbank adalah batere dengan kapasitas 2000-an mAh yang harganya sekitar 20-100 ribu rupiah per biji.

Lihat ilustrasi berikut ini:

ukuran fisik powerbank
Sumber gambar: GoughLui, saya edit untuk menambahkan ukuran kira-kira. Tinggi seharusnya tertulis 65 mm, bukan 650.

Misalnya ada powerbank yang mencantumkan kapasitas 12.000 mAh dan lebar badan powerbank hanya sekitar 6-7 cm (muat 3 batere ukuran 18650) maka layak dicurigai. Bahkan jika menggunakan 3 batere dengan kapasitas 3300 mAh pun –yang harganya mahal– total kapasitasnya masih sedikit di bawah 10.000 mAh.

Atau jika ukuran fisik powerbank masuk akal namun harganya terlalu murah, juga patut dicurigai karena siapa tahu berisi pasir, batu, atau material bangunan lainnya 😀

Lihat Tata Bahasa Kemasan Powerbank

Agar powerbank abal-abal laku dijual, pembuatnya akan membajak merek-merek terkenal agar lebih meyakinkan. Kualitas grafis pada kemasan powerbank abal-abal banyak yang mengagumkan namun ada satu hal yang nampaknya sulit mereka lakukan: menulis dengan baik dan benar.

Kebanyakan powerbank abal-abal menggunakan copywriting abal-abal juga pada kemasannya. Mungkin copy-paste ngasal, terjemahan dari Google Translate, atau entahlah.

Gambar berikut ini contohnya. Meskipun ini foto kemasan batere smartphone, kesalahan yang sama juga banyak dilakukan oleh pemalsu powerbank.

contoh copywriting jelek pertanda bajakan
Sumber gambar: GoughLui, tanpa diedit.

Apa yang salah pada foto di atas?

Perhatikan pada baris kedua, ada kata yang seharusnya tertulis “unless” namun tercetak “uniess“. Perusahaan sebesar Samsung tentu saja tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi, sedangkan pembuat powerbank abal-abal akan membiarkan hal-hal seperti ini. Entah mereka tahu atau tidak.

Penutup

Jika Anda tidak terlalu menguasai Bahasa Inggris, saya menyarankan untuk mengikuti panduan pertama yaitu memperkirakan ukuran fisik powerbank berdasar kapasitas mAh. Meskipun tidak selalu benar (misalnya pada powerbank yang menggunakan batere lithium-ion kotak) namun cara tersebut kebanyakan sukses untuk menghindari powerbank abal-abal.

Terakhir, don’t be greedy. Tidak ada barang bagus dengan harga terlalu murah. Barang bagus dan murah kadang memang ada, tapi tetap masih masuk akal dan tidak terlalu murah.

8 comments

This post has 8 comments, nice!

  1. antyo 23/04/2015 at 14:28

    Dalam bus sering tuh ada yang jual powerbank murah tapi gak meriah.

    Soal bahasa memang itu salah satu ciri barang ngaco. Saya menduga mereka mengetik manual atau memperbaiki hasil pemindaian. Karena bukan bahasanya, dan gak pakai pemeriksa ejaan, padahal mereka kurang akrab dengn aksara latin, maka ada saja typo error. Kalo kita bikin kemasan dengan teks aksara Cina/Jepang/Arab mungkin juga akan melakukan kesalahan serupa.

  2. Ajeng Lembayung 24/04/2015 at 16:02

    Aku masih gak bisa bedain sampe sekarang. Kemaren beli yg merknya lumayan di jaknot, tp pas dipake ngecas gak beres. Entah merk powerbanknya atau si satuannya yg emang eror defect gitu. Padahal harganya lumayan mahal. *sigh*

  3. Jarwadi MJ 15/05/2015 at 09:18

    aku punya power bank 5000 mA, dipakai charging batere 1500 mA hanya cukup dua kali

  4. ronggo 18/09/2015 at 14:35

    saya pernah beli brand coolermaster & alfalink (keduanya beli di gramed), 1-2 thn ini memuaskan aja sih.

  5. dmitri 04/01/2016 at 20:52

    menurut saya, power bank abal-abal udah ada di pasaran. bahkan saya pernah beli sendiri di toko eceran ternyata kalau ukurannya kecil nggak kuat juga dan menyesal

  6. Santri Drajat 10/03/2016 at 20:46

    Kebanyakan jiplak merk terkenal 😀

    Tulisan 10000 mAh tapi isi gak sampek segitu
    so berhati-hatilah jika membeli PB

  7. Tanto 12/04/2016 at 12:51

    Daripada akhirnya harus kecewa dapat yg abal-abal, saya lebih memilih membeli konsol dan baterainya secara terpisah. Kita bebas untuk upgrade kapasitasnya tergantung baterai yang dipasangnya.
    Atau juga dengan memanfaatkan aki/ baterai bekas yang dihubungkan dengan dc step down 5v. Dijamin tahan lama dan awet.

  8. Mencoba Asus ZenPower Ultra – sandalian.com 30/11/2016 at 00:23

    […] yang pernah saya tulis di post lama tentang cara memilih powerbank, saya coba bandingkan ukuran Asus ZenPower Ultra ini dengan beberapa baterai Li-Ion ukuran 18650 […]

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>