04/03/2008
Sejarah Keren

Tanah Surga

Pada suatu pameran kebudayaan di JEC saya menuju ke anjungan Propinsi Papua. Selain melihat-lihat desain primitif dan hasil kerajinan tangan yang menarik, saya sempat ngobrol dengan bapak penjaga anjungan tersebut. Beliau bercerita tentang keindahan Papua dan kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Tak hanya bercerita, beliau juga mengeluarkan botol kecil dari plastik berdiameter 2 cm-an dari dalam dompetnya. Dibuka tutupnya dan isinya dituangkan ke atas telapak tangannya, buliran-buliran emas alam yang ada di dalam botolpun bertebaran di telapak tangan beliau.

Butiran paling besar berukuran sebiji kacang ijo, sementara yang paling kecil berukuran… Itu, seukuran upil yang paling besar yang bisa Anda dapatkan dari hidung Anda, bentuknya juga masih ga jelas gitu. Ajaibnya, semua itu –kata bapak itu– bisa didapatkan hanya dengan masuk hutan dan ceker-ceker tanah saja!

Saya shock.. Ceker-ceker tanah bisa dapet emas, gimana kalau nggali?? Kalau saya ceker-ceker tanah di emperan, paling banter cuma dapet kotoran kucing yang ketimbun pasir T_T

Lalu beliau melanjutkan cerita tentang seorang penduduk Papua yang masuk ke hutan bawa ember selama dua minggu dan begitu keluar ember itu sudah penuh dengan emas. Kemudian sampai kota ember itu dibawa masuk ke dealer mobil dan dia keluar dengan mobil terbaru, tanpa ember. Wow!

Betul-betul tanah surga Nusantara ini. Jika di ujung sana banyak emas berserakan di dalam tanah, maka di tanah Jawa juga banyak pusaka-pusaka kuno berserakan di dalam tanah yang menunggu pemiliknya datang menjemput he.he. Lalu, adakah yang bersedia memberi saya keris? Secara saya dari dulu pengen punya keris ha.ha.

Eh iya, foto di atas ngambil dari Wikipedia. Bentuk asli emas yang ditunjukkan ke saya waktu itu nggak seperti gambar di atas. Tapi bener-bener kayak upil kering dari hidung, dengan berbagai ukuran.

21 thoughts on “Tanah Surga
  1. jangan-jangan itu bukan emas, tapi upilnya si bapak yang dikeringkan, ndal? mestinya kamu jilat dulu untuk membuktikan keasliannya. kalau rasanya pahit campur asem, berarti upil.

  2. Huff, orang Endonesa ceker-ceker tanah, yang nggalinya para bule perusahaan asing. ๐Ÿ˜†

    *gara-gara kontrak konyol pemerintah*

  3. duh… pingin kesana lagi… udah kaya.,.. pemandangan bagus…. nggak ada polusi… harga ikan murah….

    sayangnya kita yang ada di Jawa masi ngasi stigma kalo mereka yang ada disana itu terbelakang dan belum pake baju tanpa tau mereka disana lebih kaya daripada kita…

  4. Cuma ceker2 tanah aja uda bisa dapat? Kayaknya mustahil banget deh. Klo memeng benar seperti itu, sungguh luar biasa kadar (cut of grade) dari zone tersebut. Pasti para kapitalis itu sudah dari dulu bisa dapetinnya. Bayanngin aja, Grasberg yang ada di dekat puncak tertinggi di Papua aja bisa ada Freeport disana. Dan dengan semua pengolahan yang tercanggih dan mahal saja di Freeport dalam satu ton kita baru bisa dapat emas satu sendok teh. Jadi, kayaknya ga banget deh klo cuma ceker2 kita bisa dapat. Apapun itu Freeport harus menjadi milik Inlander, sekarang untuk selamanya!!! Viva Tambang.

  5. ceker2nya di gudangnya freeport kalee.
    trus yg bawa ember itu presdirnya freeport ya wajar.

    * kaborr ke papua bawa gentong *

  6. Wah klo di tanah jawa mgkn udah habis dikerokin, kan penduduknya lbh banyak dr di Papua.

    Ini di daerah mana nie Mas? Jayapura ato dimana?

  7. tanah kita memang tanah surga
    Gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo

  8. kalau saja semua kekayaan nusantara itu bisa dieksplorasi secara maksimal untuk kepentingan rakyat, wah, alangkah makmurnya hidup di sebuah negeri yang bernama indonesia.

  9. Loh bukane dikosmu ketok2 pintu juga dapet mas? Ada mas sandal, mas diman, dll

    *barusan saya ngomong apa ya*

  10. Wihh….
    Andai disini ada emas tai kucing kaya gitu, mesti aku dah punya akses internet unlimited…

    Mau mau…

Leave a Reply