Raspberry di Gunung

Raspberry

Setiap jalan-jalan di gunung, saya selalu menyempatkan diri tengok kanan-kiri untuk melihat jika ada buah raspberry yang ranum dan siap dimakan. Selama ini yang saya lihat buahnya kecil-kecil, paling besar cuma seukuran kelereng. Rasanya kecut-kecut manis, menyegarkan tenggorokan.

Hati-hati saat memetik buahnya karena batang pohon raspberry ini berduri tajam. Kadang ada yang warnanya kehitaman jika sudah tua dan ranum, namun ada juga yang merah semakin menyala. Kemungkinan memang ada beberapa varian.

Jika kita bagi jarak tempuh perjalanan dari bawah menuju puncak gunung menjadi 4 (empat) bagian, maka populasi raspberry ini biasanya berada di seperempat bagian yang pertama dan kedua. Sayangnya di Merbabu kemarin saya hanya menjumpai pohon tanpa buah. Entah karena tidak musim atau karena sudah dipetik oleh pendaki lain.

Untungnya ketika turun gunung kami melalui jalur yang angker dan jarang dilewati pendaki. Sehingga saya menemukan satu pohon yang buahnya ranum-ranum dan menggoda untuk dimakan.

Ah saya jadi ingat dahulu saya pernah memanfaatkan buah ini untuk memulai percakapan dengan seorang cewe yang tidak saya kenal sebelumnya, di Gunung Merbabu juga.

Note: gambar saya ambil dari internet karena kemarin tidak sempat motret pas di gunung.

23 thoughts on “Raspberry di Gunung

  1. Ah saya jadi ingat dahulu saya pernah memanfaatkan buah ini untuk memulai percakapan dengan seorang cewe yang tidak saya kenal sebelumnya, di Gunung Merbabu juga

    kok saya tiba2 jadi merinding ya jeng? jangan…jangan…kunti…

  2. [..Ah saya jadi ingat dahulu saya pernah memanfaatkan buah ini untuk memulai percakapan dengan seorang cewe yang tidak saya kenal sebelumnya, di Gunung Merbabu juga….]

    skrinsyuuut!!!!

  3. Salam Kenal..

    Raspberry ma Strowberry bedanya apa yak?? kalo raspberry kyknya buat orang kere,kalo Strowbery jadi makan elite n tempatnya di mall +jadi judul pilem gitu? *hmm* wakakakak..
    dibahas yg ilmiah dikit dunk Kang…

    *kaboor sebelum diomelin balik..hue..he..*

  4. mbah saya pernah cerita, ditawarin raspbery waktu di Merbabu.
    woo.. sampeyan to itu?

    πŸ˜€

  5. pedekat pakai raspberry. ah, kok saya tau cerita yang ini ya.. hihi

  6. …Jika kita bagi jarak tempuh perjalanan dari bawah menuju puncak gunung menjadi 4 (empat) bagian, maka populasi raspberry ini biasanya berada di seperempat bagian yang pertama dan kedua. Sayangnya di Merbabu kemarin saya hanya menjumpai pohon tanpa buah. Entah karena tidak musim atau karena sudah dipetik oleh pendaki lain…

    kalo jarak tempuhnya mo saya bagi jadi 5 gimana jeng? jadinya ada dimana?

  7. […dengan seorang cewe yang tidak saya kenal sebelumnya, di Gunung Merbabu juga.]

    hiiiii… jangan2 itu cewek jadi-jadian….

  8. kok aku ndak dibawain? kemaren kan pesen…

    *eh, pesennya kemaren ya? :p *

    betewe, bisa jadi raspberry itu sodaranya blackberry
    πŸ˜€

  9. pendekatan pake raspberry? weleh ndal di sini banyak raspberry, cew2 nganggur jugah banyak lho, mau?

  10. jadi inget pas mo mati keperosok jurang gar-gara tergiur buah laknat ini yang rupanya tumbuh menutupi bibir jurang..

  11. raspberry…………????ni salah satu buah ku suka kalo lagi pas naik gunung. Boleh juga nih kapan2 minta ma u mas ^_*buah yg yammmmy banget (asem, manis) pokoknya dapat menyegarkan tenggorokan deh

  12. Wah ,jadi inget pas dulu masih rajin nyambangin gunung.
    Iya tuh , di lawu buanyak … dan pas di tepi jurang……
    Wah , kasian cewenya mas , dirayu cuman pake raspberry
    kalo aku maunya di rayu pake blackberry . hahahahahahahah

Leave a Reply