Gak Penting

Solitaire? Nggak juga

Bagi yang mengenal saya secara langsung, bukan hanya lewat internet apalagi SMS, kemungkinan besar akan menganggap saya makhluk penyendiri, anti sosial. Ngga ada salahnya, namun juga ada nggak benernya.

Saya masih menikmati kehidupan sosial, but I’m not that social. Saya menikmati kebersamaan ketika berkumpul dengan orang banyak, apalagi ketika acara makan-makan. Namun rasa nyaman itu tidak berlangsung lama. Ketika sekelompok manusia sudah mulai bersenang-senang, maka mereka akan kehilangan kontrol, mereka akan merasa bahwa di dunia hanya ada mereka.

Pada titik itulah saya harus menarik diri, meskipun bukan penarikan diri secara fisik. Saya merasa harus tetap menjaga kesadaran diri sementara yang lain sedang bersenang-senang. Untuk apa? To take care of them.

Seperti halnya segerombolan banteng sedang merumput di savana, maka saya akan mundur dan sedikit menjauh dari gerombolan. Bukan untuk menjauhi gerombolan, tetapi untuk mengawasinya. Sehingga ketika ada singa yang mendekati gerombolan, saya bisa mengetahuinya dan mengingatkan gerombolan saya agar segera pergi.

Seperti ketika pestablogger kemarin, sementara yang lain menikmati euphoria mega kopdar tersebut, saya memilih menikmati obrolan ringan bareng Pitoe. Bukannya saya tidak menikmati momen tersebut, saya sangat menikmatinya. Tapi luapan energi sebesar itu, saya gak berani masuk karena akan mengacaukan energi saya.

Saya gak ingin terseret ke dalam euphoria itu, maka saya menjaga jarak. Biarlah saya menikmati euphoria itu dari luar, karena dari luarlah bentuknya terlihat indah di mata dan hati saya.

Jadi kepada siapapun Anda yang mengenal saya secara langsung (bingung nih milih kata-katanya. Mengenal secara fisik, kok kesannya gimana..), here I am. Begini apa adanya. And I don’t think I need to apologize for being different. I love ye all! ^_^

15 Comments

  1. eko

    itulah indahnya perbedaan jeng. kapanpun, dimanapun pasti ada. eniting, eniwer dan eni-eni yang laen.

    “Solitaire? Nggak juga”

    coba maen yang minesweeper

  2. ^^
    seperti yang sayah bilang, \”begitulah pokoknya\”

    hehe…
    sapa tho mas yang protes bab kamu??!!

  3. hehe.. antara ada dan tiada ? πŸ™‚

  4. Jadi kalau ada rame2, mending menjauh aja? Boljug πŸ˜› Saya sering e ikut rame-rame, lalu sesudahnya merasa malu kok tadi bersikap sangat norak.

  5. oh gitu πŸ˜€

  6. iya, bener kata eko. coba minesweeper, atau zuma, atau mahjong.

    halah, yen…memang harus selalu ada yang berada di luar lingkaran kalo semua orang sibuk bersenang-senang. kalo ada yg mendem kan jadinya enak, ada yg bantuin ngaploki sampe kebangun. kira2 begitulah analoginya menurut saya.

    suka frets on fire gak? yg mirip2 guitar hero itu lho :p

    eh, kopiku enak sekali pagi ini. pahit.

    sudah. itu saja. selamat pagi semua… *masih mendem*

  7. jeng yeyen dimata saya: programmer yg pinter, baik hati, dan alim dibidang per JAV-an

    *kaboor

    OOT
    Kapan jeng saya bisa ambil ttd om WW?

  8. “”solitaire? nggak juga”
    kira mo nulis tentang game.. ternyata..

    kek nama acara di SCTV yang AA gym, ceramah “Indahnya Kebersamaan”

    hemm ternyata gitu tho, si jeng ini orangnya *jadi tau*

    soale dari blognya ga keliatan sih πŸ˜€ hihi..

    give me ‘S’, give me ‘E’, give me ‘M’, give me ‘A’, give me ‘N’, give me ‘G’, give me ‘A’, give me ‘T’, *sambil nyengir 3 jari*
    SEEEEMMMMAAAAANNNGGGAAAAAATTTTTTTTT…. Hoorrrrreeeeee… *Loncat-loncatan*

  9. hooh kang.. sampeyan bedoo banget karo bayangan pas sebelum ngerti asline. . .

    *dulu bayanginnya gimana saya juga lupa.. tapi pokokke ngga kaya gini πŸ˜€

  10. i love you more…

    *10 menit setelah kamu posting aku udah mo komen kek gitu sambil e’ek. as usual, nggak bisa. dem*

  11. ah ga masalah kok, yen…yg penting enjoy dan kayaknya justru bisa menghindari peluang merugikan orang lain…ya tho?

  12. Jaga jarak? o_O”/

    Tipe Introvert/Intuitive, mas? πŸ˜‰

  13. like people said ‘being different is not easy’

  14. lho hidup itu bukan cuma persoalan euphoria semata, yah just be ur self dech. standart aja komennya πŸ˜€

  15. Yang penting enjoy dab.
    Saya juga gitu kok, lebih sering memisahkan diri ketika ada acara kolosal.
    Tapi “pemisahan diri” tsb kan tidak bertujuan untuk mengasingkan diri…yang penting kita tahu kapan saatnya untuk numpang majang muka.

    Oh ya, salam kenal. Sering numpang lewat tapi baru kali ini numpang “duduk”.

    salam japΓ©mΓ©thΓ© dab

Leave a Reply