16/04/2008
Berita

Mereka yang mati di gunung

Phoebe Washer Dari Boingboing saya mendapatkan kabar bahwa seorang artis seniwati muda dan cantik bernama Phoebe Washer yang tinggal di San Fransisco meninggal dunia karena jatuh ke dalam jurang setinggi 150-200 kaki (+ 45-60 meter) ketika hiking bersama temannya.

Saya jadi teringat awal-awal hobi naik gunung jaman SMU dulu. Orang tua saya selalu khawatir dan membujuk saya untuk menjauhi hobi yang kata orang-orang berbahaya itu. Namun akhirnya saya berhasil meyakinkan ibu saya bahwa hidup dan mati ada di tangan Tuhan. Juga saya paparkan tentang jumlah kematian di jalan raya yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah kematian di gunung.

Eh, bukankah Gie juga mati di gunung? Meskipun belum jelas dia benar-benar jatuh karena kecelakaan ataukah dibunuh namun hal ini jadi membuat saya berpikir tentang kematian di gunung..

Tenang Mas, Mbak.. Saya tidak ada rencana untuk mati di gunung meskipun sebenarnya gunung adalah tempat yang indah untuk menyerahkan nyawa kembali kepada pemiliknya.

Yang jelas saya juga jengkel kepada seseorang yang bunuh diri dengan menenggak baygon di dalam tenda di puncak Gunung Lawu beberapa tahun yang lalu. Kalau mau bunuh diri mbok ya di tempat umum saja, biar ga terlalu merepotkan kala dilakukan evakuasi.

Selamat jalan Mbak Phoebe..

29 thoughts on “Mereka yang mati di gunung
  1. Podo wae Jeung….pengin mati neng Gunung…..!!!!
    Sejuk tentram damai.uh andai……

  2. mati di gunung? moga2 aja nggak ah, takut ngrepoti, kalo bisa mati di pangkuan istri tercinta, ditunggui anak-cucu. (*Halah mati kok ditawar) ๐Ÿ™‚

  3. “Yang jelas saya juga jengkel kepada seseorang yang bunuh diri dengan menenggak baygon di dalam tenda di puncak Gunung Lawu beberapa tahun yang lalu.”

    Mbok ya jangan sebut merk dong mas……!

  4. mbak nya cakep banget deh .. . .
    nga pengin mati pas lagi koding ato lagi ngeblog kang ? pasti ntar banyak yang posting

  5. ajal mah bisa jemput dimana aja Pak… tapi kalo di gunung keren juga sepertinya hihihi

  6. “Tenang Mas, Mbak.. Saya tidak ada rencana untuk mati di gunung meskipun sebenarnya gunung adalah tempat yang indah untuk menyerahkan nyawa kembali kepada pemiliknya.”

    gunung apa dulu nih?? gunung beneran ato gunungnya mbak2? *kabur*

  7. aih, ngikut kata mas kw aja deh, mari rayakan hidup yang cuma singkat ini!

  8. mungkin anda lebih cocok bunuh diri sebagai ependi wakakakaka

    /*kok bisa sampe ependi lagi ya? emange masih musim??

  9. Pendaki gunung everest ada yang mati mayatnya baru ketemu & dikremasi beberapa taun kemudian, cari mayatnya aja pake ekspedisi tersendiri. Mati di gunung emang ngrepotke orang.
    ๐Ÿ˜€

    gie bukane mati nyedot asap?

  10. mati di gunung sih bagus… tapi kalo mati jatuh dari gunung sepertinya sakit mas…. pass – -v

  11. ada kisah pendaki himalaya pertama tanpa oksigen, kakak beradik. kesempatan pertama, salah satu tewas, pendakian ditunda sampai sekian tahun, akhirnya saudara yg masih hidup sukses…kisah dashyat soal semangat dan kematian

  12. sakjane aku yho seneng munggah2 gunung ngunu kuwi, tapi gak tau diijini kr ibukku ๐Ÿ™

    /*puengen banget nang semeru ๐Ÿ™

  13. Saya pernah hampir “mati” di gunung Salak. Pokoke kejadiannya bener2 supranatural.

  14. Weleh ayu tenan. Lah mbak Phoebe ini kenapa cepet cepet mati. Mbok ya nggak usah buru-buru. ๐Ÿ™‚

  15. wah2 pasti pada ngebayangin ntar kalo udah mati bisa liat pemandangan indah pegunungan. yahh mana bisa toh orang udah pindah alam kubur, dijamin deh.

  16. Seperti katamu, mungkin dia nenggak baygon di puncak gunung lawu karena desperate segera pengen menyerahkan nyawa pada pemiliknya ;))

  17. mas, gmn caranya meyakinkan ortu? gondrong jg nie..cm dikasih kesempatan sekali ajah buat naik gunung ๐Ÿ™‚

Leave a Reply