05/08/2008
Berita

Gerakan 1000 Buku

Gerakan 1000 Buku

Dulu, hampir setiap pulang sekolah (SD) saya main ke rumah Pakdhe Muh, seorang guru agama yang rumahnya tepat berada di depan rumah orangtua saya. Tanpa kulanuwun, saya langsung masuk ke ruangan dimana terdapat sebuah rak kayu kapuk yang rada miring menahan beban ratusan buku di atasnya. Beberapa hari pertama, saya hanya membaca komik satu halaman yang tercetak di sampul belakang, kalau tidak salah judul komiknya “Si Bandel”. Dan juga jika ingatan saya memberikan laporan yang tepat, judul majalah itu adalah “Sahabat”.

Setelah beberapa hari dan komik di halaman belakang itu habis saya baca, saya tertantang untuk membaca tulisan lebih banyak lagi, saya mulai baca cerpen. Ternyata saya kecanduan!

Saya ambil buku yang lain, saya lahap Majalah Kuncung, juga saya lahap Majalah Ceria dengan komik Chery & Chepy di sampul belakang. Dan sekarang saya menyesal kenapa tidak saya baca juga buku-buku tebal yang ikut nongkrong di sana waktu itu.

It was yesterday, dan saya ga mungkin bisa mengembalikan masa itu. Yang bisa saya lakukan hanyalah uluk kabar, membagi berita Gerakan 1000 Buku yang sedang dirintis oleh rekan-rekan dari Bunderan HI dan CahAndong. Saya yakin, perasaan anak-anak (meskipun tidak semua) yang nantinya menerima buku-buku dari donatur itu akan sama girangnya dengan saya waktu kecil.

Jadi jika Anda punya stok buku terlalu banyak, bingung mau dijual atau dibuang kemana, silahkan Anda baca halaman tanya jawab di blog resmi Gerakan 1000 Buku, siapa tahu Anda tertarik untuk ikut serta. Percayalah, mereka tidak akan menjadikan buku-buku sumbangan Anda sebagai bahan pembuatan petasan untuk bulan puasa dan lebaran besok.

10 thoughts on “Gerakan 1000 Buku
  1. Semoga anak-anak kecil tersebut bisa girang dan mudeng dengan buku-buku yang diterimanya. Walaupun mungkin sebagian adalah buku programmer yang ribet 😀

Leave a Reply