Live from Angkringan Tugu

Setelah sesiang suntuk coding dan telekonferensi membahas tentang The Prophet, sorenya saya meluncur ke arah Malioboro menuju angkringan tugu.

Dalam suasana gerimis, jadah bakar dan teh anget gula batu sungguh nikmat. Maaf saya ga bisa menceritakan kenikmatan itu karena belum tentu saya mengetahui parameter nikmat Anda dan sebaliknya.

Di belakang saya, sekelompok pria berumur sedang ngerumpi tentang pemerintahan, lumpur lapindo dan pepesan-pepesan kosong lainnya. Saya sering menjumpai mereka di sini dan sepertinya selalu membahas hal-hal yg hampir sama.

Ah, saya lebih memilih chatting n blogwalking menggunakan mGooi saja. Lalu saya membahas pisau dengan anak peramuka dan membaca bagaimana Dian jengkel dengan supir taksi yang menyindirnya.

Dan terus terang saya mangkel, kenapa blog Dian komennya dimoderasi? Dan (lagi) seandainya itu bukan blog seorang Dian yang ingin saya ketahui isi otaknya, malas sekali rasanya menuliskan nama domain sepanjang itu di address bar Opera Mini ini.

17 thoughts on “Live from Angkringan Tugu

  1. jangan2 jumlah komen yang ngga bertambah itu akibat moderasi ya.
    gampang kok jeng kalau ngga mau panjang2 nulisnya, dimirror pakai subdomain lagi aja : dian.sandalian.com misalnya..

    *cengar cengir*

  2. the prophet, salah apa ya dia…;)) kok selalu di
    bahas…termasuk saya. dia Just ordinary people dik….

  3. loh..kemarin diriku komen di blog dian, fine2 aja tanpa moderasi..hihi..

    diriku hari kamis sore berangkat dari surabaya dan sampai mgk kamis malem jogja..cahangdong : miss u ..hehehe

  4. *saya kok merasa kayak cowok ya? 😐 *
    Chatting dengan siyapa saja Pedro? niyat amat, pake Hengpon… 😀

  5. Ho oh … jadi males aku ke sana 🙁
    itu si asisten opo Dian nya yak …?

    Wajar lah,.. karena lelaki2 jalang seperti kamu ini Ndal, membuat Blog nya puyeng2 :)) gyahahah

  6. You are what are you commenting on Charlie, not who moderate your comment… *quote ala Dian* kekekeke

Leave a Reply