Borneo – Orang Yang Merdeka

August 17, 2008 | Sejarah Keren

Borneo Borneo

Tokoh pada gambar di atas, bernama Borneo. Bukan nama asli pastinya, namun dia pernah menunjukkan kartu nama ke saya. Kartu nama itu, entah dia nemu dari mana. Kemudian seluruh tulisan yang ada dia coret, dan di halaman sebaliknya –yang kosong itu– dia tulisi “Borneo, Rumah: Kalimantan”, dan dengan bangganya mengaku bahwa itu kartu nama dia, tentu saja saya hanya tersenyum.

Kemudian dia minta dibeliin nasi di angkringan tugu. Dan saya tak mampu menolaknya, saya belikan dua bungkus dan kemudian dia pergi.

Bagi yang sering nongkrong di angkringan tugu 1-2 tahun yang lalu, pasti mengenal sosok ini. Kadang dia mengamen menggunakan seruling. Kalau belum dikasih recehan atau ditolak, dia akan melanjutkan meniup alunan seruling maut, asal tiup dan yang penting bunyi.

Kadang kalau sudah jengkel, dia akan meniup seruling dengan hidungnya. Dan entah bagaimana caranya, bunyinya juga cukup nyaring 😀

Setahunan terakhir, saya tak lagi pernah melihat dia. Entah pergi, entah dibersihkan oleh Pemkot.

16 comments

This post has 16 comments, wiiiiii!

  1. cupidnouva 17/08/2008 at 22:52

    kesian…
    itu kembaran ente kah?

    *ngibrit*

  2. Riyogarta 18/08/2008 at 00:49

    Setahun terakhir sudah tidak terlihat.
    Wah, masih menyimpan fotonya?

  3. ferdhie 18/08/2008 at 02:15

    Pernah denger dari pemda setempat klo orang2 yang setengah waras dan powerless semacam ini diangkut pakai mobil pikap Pamong Praja dan melakukan perjalanan ke hutan terdekat atau no-man’s-land terdekat untuk kemudian ditembak.

    Ngga, itu kidding doang, ngga ditembak kok, paling diturunkan di situ kemudian di tinggal. Baik yah (TM)

  4. Anang 18/08/2008 at 08:03

    km perhatian sekali ma orang itu, ndal. jangan jangan…

  5. funkshit 18/08/2008 at 15:13

    wah… tokoh yang inih saya blom pernah liat nih..

  6. danney 19/08/2008 at 01:26

    kadang menjadi jiwa yang merdeka memang menyenangkan..menjadi diri sendiri..ah,saya koq belum bisa..
    ‘ambil cermin,lihat refleksi diri’

  7. chocoluv 19/08/2008 at 09:12

    hmm 🙂

  8. detnot 19/08/2008 at 09:13

    kbnynkn nongkrong di Tugu xixixixi

  9. Locksmiths Yarra Valley 19/08/2008 at 11:07

    Harus pandai bersyukur berarti msh lebih yg kurang beruntung daripada kita 🙂

  10. mantan kyai 19/08/2008 at 12:45

    borneo? temannya andalas? atau celebes? 😀

  11. yudhi 19/08/2008 at 16:05

    another McCandless ? eh, Alexander Supertramp!

  12. zam 19/08/2008 at 18:25

    ironis.. 🙁

  13. ndebakulsempak 19/08/2008 at 18:37

    coba dicari pake mbah google 😀

  14. pit 19/08/2008 at 21:13

    Ah, basi banget si kalo harus bersyukur demi ngeliat pembanding yg keadaannya lebih blangsak dari kita? Bersyukur ya bersyukur aja. Ga usah cari pembanding. No hard feeling. I speak my mind 😛

    Heya, Ndal! Makasih malem itu ya! *winks*

  15. noe 02/09/2008 at 15:54

    mas ndal, brrti tu foto setaun yang lalu donk?? wah masih disimpen…?? brrti ada sweet memory nie 😀

    *mlayuuuuuuu karo cincing*

  16. suganux 08/09/2008 at 14:40

    the sweetest memories 😉 kaburrrrrr

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>