Tempo memilih Bloger

Penyerapan kata blogger menjadi bloger atau memakai mentah-mentah dalam bentuk blogger adalah suatu pilihan. Namun aturan tidak tertulis di komunitas CahAndong menganjurkan anggotanya untuk menggunakan kata bloger agar lebih nge-soul. Kemudian diketahui juga bahwa Majalah Tempo memilih bloger daripada blogger.

Bagaimana dengan Anda?
Apapun pilihan Anda yang penting jangan berantem, jaga harmoni dan tetap nulis ^_^

21 thoughts on “Tempo memilih Bloger

  1. play + er = player
    sing + er = singer
    blog + er = bloger

    tapi kalo gini,
    dig + er = digger
    blog + er = blogger

    jadi? SAMA SAJA!
    tapi saya lebih suka BLOGER 😀

  2. Dari aturan tipografi english sih harusnya blogger, tapi suka-suka aja, kecuali untuk urusan resmi tetep harus blogger. Dan saya lebih sreg yg dobel “G”

  3. menurut saya dua-duanya sama aja. tapi kok saya lebih suka blogger ya? cuma jadi kayak blogger.com

  4. sama aja sich orang-orang kayaknya juga pasda ngerti maksudnya.. klo saia sih lebih suka pake blogger..

  5. entahlah, tapi yang pasti saya lebih suka menyebut “perumahan” daripada “real estat”
    *komen gak nyambung*

  6. apa ajadeh. kalo lagi mood ngetik ya blogger. tapi kalo lagi nggak mood ya bloger. biar hemat 😀

  7. perasaan di bahasa inggris itu kalo blog itu yang menggunakan satu suku kata sehingga kalo ada imbuhan akhir -er disebut blogger dengan double g. beberapa kata2 bahasa inggris juga begitu…
    sedangkan kita juga menyerap english jadinya saya sih enaknya pake blogger aja… 🙂

  8. hi, salam kenal semuanya 🙂

    tadinya saya tidak pernah terpikirkan kesitu, klu gitu saya harus pilih bloger. Tapi benar nggak sich klu kata bloger udah termasuk EYD?

    nanti lihat kamus ah

  9. Bloger mungkin lebih netral ketimbang Blogger yang diasosiasikan dengan layanan blogspot.

Leave a Reply