Yeni Setiawan


Pengalaman ikut gathering klub survival

23 April 2014 12:02:30 WIB, under category Sejarah Keren

All my bags are packed

Saat ini, siapa saja bisa mengalami keadaan yang mengharuskan untuk bertahan hidup dengan segala cara yang biasa disebut dengan istilah survival. Tak hanya pendaki gunung atau penjelajah hutan lho, penumpang pesawat juga harus siap dengan resiko “hilang” di antah-berantah.

Dari kacamata itulah maka pada long weekend tanggal 29, 30, dan 31 Maret kemarin saya memanfaatkan hari libur tersebut untuk bergabung dalam acara gathering suatu klub survival yang saya temukan di Facebook. Acara dilangsungkan selama 3 hari dan 2 malam di lereng Gunung Merapi.

Atas ijin dari Ibu Negara, saya berangkat ke lokasi gathering hari Sabtu malam setelah sebelumnya menjemput dua anggota dari organisasi pecinta alam STAN di terminal Jombor dan meluncur ke lereng Merapi menggunakan sepeda motor.

Sampai lokasi, agak susah menemukan rombongan peserta gathering karena sudah malam dan ada beberapa kelompok yang nge-camp di sana. Untung ada peluit di kantong, sehingga kami bisa berkomunikasi dan instruktur survival kami berhasil memandu saya dan rombongan yang telat datang tersebut ke tempat mereka berkumpul.

memotong kayu membuat unggun

Karena sudah malam, tak banyak yang bisa dilakukan kecuali membuat api unggun dan saling berbagi cerita, sekaligus saling mengenalkan diri kepada seluruh peserta.

Besok paginya, kegiatan dimulai dengan belajar membuat api menggunakan firesteel..

membuat api dengan firesteel

..dan sarapan dengan biskuit berkalori tinggi yang rasanya eneg. Agar bisa masuk tenggorokan, harus sering-sering minum air :))

biskuit berkalori tinggi

Setelah sarapan seadanya (namun kenyang), instruktur kami mengajari cara membuat alat makan dari kayu dengan memanfaatkan bara api. Jadi bara api ditaruh di atas batang kayu kemudian ditiup-tiup hingga menjadi sebuah lubang.

bara api untuk membuat cekungan
Dengan mengatur posisi bara api maka cekungan yang tercipta bisa diatur.

Merapikan sendok kayu
Merapikan sendok yang telah jadi cekungannya.

sendok
Ini dia hasilnya!

baraapi2
Sendok dan mangkok ginian oke juga lho ternyata :D

Bikin sendok dan mangkok sih butuh beberapa jam saja, di beberapa pelosok Indonesia ada yang membuat perahu dengan cara ini dalam waktu dua hari :o

Kegiatan yang kesannya tidak bermanfaat ini ternyata bisa membantu menjaga kesehatan mental kita saat tersesat lho. Konon, seseorang akan sangat mudah mengalami depresi saat tersesat. Dengan kegiatan-kegiatan sederhana dan positif, akan membantu menjaga kewarasan dan membuat orang yang tersesat tersebut menjadi lebih optimis.

Banyak sekali ilmu yang saya pelajari hari itu, baik materi maupun praktek. Tak hanya mengajarkan praktek survival, aspek psikologi juga dibahas dalam acara tersebut. Pembelajaran aspek psikologi inilah yang konon sering “hilang” dari pelatihan-pelatihan survival lainnya, bahkan di dalam organisasi pecinta alam. Katanya lho ya, wong saya belum pernah ikut organisasi pecinta alam :D

aspek psikologi dalam survival

Ini dia beberapa foto kegiatan selama tiga hari tersebut. Yang jelas, saya pulang ke rumah dalam keadaan bau asap :))

05-membuat-api-dengan-bow-drill
Latihan membuat api dengan bow & drill. Capek dan gak nyala-nyala =))

06-membuat-perangkap-binatang-kecil
Membuat perangkap hewan ukuran kecil, nama perangkapnya diambil dari nama salah satu suku Indian.

08-spotting-edible-plants
Belajar membedakan tanaman yang bisa dimakan dan yang tidak, jangan sampai tragedi Alexander Supertramp terulang.

09-mengambil-air-dari-tanaman
Kalau tak ada mata air, cara ini bisa digunakan untuk “mengambil” air dari tanaman.

10-pengenalan-signal-flare
Bukan sembarang kembang api, tapi signal flare untuk menarik perhatian penolong (rescuer).

11-see-you-again
Ayo diulang lagi!


8 Comments so far..

  1. detnot
    23 April 2014, 13:35:54 WIB

    keren jeung,
    kapan2 saya diajari nyalain api pake pemantik batu atau kayu ya jeng
    kayanya anak saya excited waktu saya cerita kalo bisa bikin api dg cara gitu :mrgreen:

  2. nico wijaya
    23 April 2014, 13:40:49 WIB

    wuiih… survival. harus nyoba kapan kapan…

  3. bangsari
    23 April 2014, 15:57:04 WIB

    ono pelathian survival dari pengaruh ibu negara ndak?

  4. Q-thrynx
    24 April 2014, 10:03:57 WIB

    biskuit iku ndak biskuit sing atos banget kyk batere hape?

  5. Jarwadi MJ
    27 April 2014, 09:22:01 WIB

    menarik bangeet mas, saya sih pengen ikut. tapi ngga tahu kuat apa ngga. hehehe

  6. iKurniawan
    10 June 2014, 12:06:21 WIB

    Rasanya pengen ikut ginian… buat jaga2
    :D

  7. Jogja Sleeping Bag
    24 June 2014, 14:42:35 WIB

    Ilmu bermanfaat!

  8. subhan anwar
    15 July 2014, 17:26:03 WIB

    keren mas… kalo pengen ikutan gimana caranya?

RSS for comments TrackBack URL

Leave a comment or two

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>