Burung Hantu dari Finlandia

October 30, 2014 | Reviews | , , , , ,

Sejak lama saya menginginkan sebuah puukko, pisau tradisional dari Finlandia. Siapa sangka, seorang kawan baik –yang relatif baru saya kenal– mengirimkan sebuah puukko bersama beberapa pisau yang lain. Yang lebih mengejutkan, ternyata puukko tersebut bukanlah sembarang puukko.

kalevala marttiini puukko

Pisau sepanjang 23 sentimeter tersebut adalah hasil kolaborasi Kalevala Koru (desainer perhiasan ternama Finlandia) dengan Marttiini (pembuat pisau legendaris Finlandia) pada awal tahun 90-an.


kalevala marttiini handle

Gagangnya sepanjang 12 sentimeter, terbuat dari kayu curly birch berwarna pucat dengan pomel dan guard dari bahan perunggu. Pada bagian pomel terukir sosok kepala burung hantu (yang tadinya saya kira ikan) dengan kalung/cincin ciri khas daerah sana.

kalevala marttiini blade

Bilahnya sepanjang 11 sentimeter, terbuat dari baja stainless chrome dengan skala kekerasan 54-56 HRC. Ukuran kekerasan yang cukup ideal, tidak terlalu keras (yang menyebabkan bilah menjadi getas) dan juga tidak terlalu lembek (yang menyebabkan bilah menjadi mudah tumpul).

Pada bilah terdapat ukiran dua ekor burung yang mengapit tulisan Kalevala Koru dan logo Marttiini.

Sedangkan sarungnya terbuat dari kulit berwarna cokelat dengan “cincin” perunggu, terdapat ornamen ukiran menyerupai perisai pada bagian luar sarung. Di sarung ini terdapat sebuah loop berbahan kulit untuk menggantungkan pisau ini ke sabuk, dengan tulisan “Marttiini Rovaniemi, Finland”.

kalevala marttiini puukko

Seperti halnya pisau-pisau dari Skandinavia, puukko ini sangat nyaman digunakan untuk menyerut kayu, memotong buah, atau memotong ranting pohon dengan ukuran diameter sampai dengan 3 sentimeteran.

Kekurangan puukko ini hanya satu, yaitu bobotnya yang agak berat karena bahan untuk pomel dan guard-nya adalah perunggu yang solid.

6 comments

This post has 6 comments, incredible!

  1. noname 30/10/2014 at 16:40

    pertamax :p

  2. Zam 30/10/2014 at 16:41

    ngirim pisau gini pake apa kang? ga bermasalah di bea cukai?

  3. Yeni Setiawan 30/10/2014 at 16:58

    @noname:
    weh ada mas greyman 😀

    @zam:
    ini ngirim dari Indonesia, Zam.
    Kalau dari luar negeri, asal bukan pedang kayaknya aman kok.

  4. ableh 04/11/2014 at 13:46

    saya juga suka pisau, cuma sekarang bingung nyimpen di rumah. punya tips penyimpanan benda tajam dan berbahaya? thanks 😀

  5. Yeni Setiawan 04/11/2014 at 19:30

    @ableh: Kalau saya selalu simpan di lemari tinggi atau terkunci. Menurut saya, yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada anak (kalau sudah punya anak) bahwa mereka belum boleh pegang pisau tersebut hingga batas umur tertentu.

  6. detnot 08/11/2014 at 10:28

    jeng sendal, jika suatu saat sampeyan udah bosen sama salah satu pisaunya
    tolong catat nama saya di dalam daftar nama paling atas penerima hibah pisou sampeyan ya ha ha :mrgreen:

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>