ASUS ROG GX800, Notebook Impian Para Gamer

March 30, 2017 | Reviews, Technologies | , , , , , ,

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar cerita seorang teman yang membeli notebook untuk main game, suatu hal yang aneh menurut pemikiran saya waktu itu mengingat notebook biasanya memiliki spek teknis terbatas. Kemudian baru saya tahu bahwa saat ini sudah ada beberapa brand yang membuat notebook yang dikhususkan untuk kalangan gamer.

Seperti Asus misalnya, baru-baru ini mereka merilis notebook seri Republic of Gamers terbaru mereka yaitu ASUS ROG GX800 sebagai penerus dari seri GX700.

ASUS ROG GX800 Docking

Notebook Asus ROG GX800 untuk gaming ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i7 7820HK dengan clock speed 4,6 Ghz di tiap core-nya. Dengan spek setinggi itu tentu saja akan membantu meningkatkan frame rate pada game dan mempercepat proses rendering obyek-obyek tiga dimensi di dalam game.

Tak cukup sampai di situ, Asus juga memberikan kemudahan kepada pengguna untuk melakukan overclocking prosesornya agar lebih ngebut lagi menggunakan aplikasi yang terinstal di notebook.

Processor Intel® Core™ i7 6820HK
Operating system Windows 10 Home
Windows 10 Professional
Display 18.4-inch (16:9 aspect) LED-backlit 4K UHD (3840 x 2160) display with anti-glare coating
100% Adobe RGB
NVIDIA® G-SYNC™ technology
Cameras HD web camera
Memory Up to 64GB DDR4 2800MHz SDRAM
Wireless Integrated 802.11ac Wi-Fi
Bluetooth® 4.1
Connectivity 1 x microphone jack
1 x headphone-out jack (S/PDIF)
2 x USB 3.1 with USB Type-C™ connector
3 x USB 3.0
1 x RJ45 LAN
1 x HDMI
1 x docking port (hot-swap)
1 x mini DisplayPort
1 x SD Card reader
Audio ASUS Sonic Studio
Casting Enhancer
ASUS Sonic Radar
Array microphone
4 x 3W speakers
Battery 8-cell, 76Wh battery
Size ROG GX800: 458 x 338 x 454mm
Hydro Overclocking System: 359 x 418 x 133mm
Weight ROG GX800: 5.7kg
Hydro Overclocking System: 4.7kg

Selain prosesor yang yahud, ROG GX800 dilengkapi dengan dua buah VGA card GTX 1080 yang merupakan VGA kelas atas besutan Nvidia. Kombinasi prosesor high-end dan VGA berteknologi tinggi tersebut menjamin game-game akan bisa dimainkan dengan kualitas terbaik di layar 18,4 inchi yang terpasang.

ASUS ROG GX800 18 inch screen

Untuk mengimbangi panas yang dihasilkan oleh kerja keras prosesor Intel Core i7 7820HK dan dua VGA GTX 1080, Asus melengkapi laptop ini dengan teknologi pendingin berupa radiator dengan sistem docking.

Saat terpasang, teknologi water cooling ini akan mengalirkan coolant (cairan pendingin) ke dalam saluran khusus di dalam notebook untuk membuat prosesor dan kedua VGA tetap adem sehingga bisa digeber untuk main game dalam waktu lama.

ASUS ROG GX800 water cooling docking technology

Konsekuensi dari penggunaan sistem pendingin canggih ini adalah diperlukannya dua buah power adapter, masing-masing untuk ROG GX800 dan docking water cooling. Meski demikian, sebenarnya kita sudah bisa mendapatkan performa ROG GX800 hingga 90% tanpa docking pendingin sekalipun asalkan power adapter berukuran 330 watt tersebut terus memasok listrik ke notebook.

Kemudian agar game yang dimainkan bisa berjalan tanpa hampatan, proses baca dan tulis data ke media penyimpanan haruslah maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Asus memasukkan tiga buah SSD (Solid State Disk) seri SM951 dari Samsung yang saat ini diklaim sebagai SSD tercepat di abad ini.

Ketiga SSD tersebut bekerja bersama menggunakan teknologi PCIE generasi ke tiga dengan kecepatan baca tulis hingga 20 GB per detik.

Satu hal menarik lainnya dari ASUS ROG GX800 ini adalah penggunaan mechanical keyboard yang mampu mengatasi ghosting effect saat kombinasi beberapa tombol ditekan dalam waktu bersamaan.

mechanical keyboard backlight ASUS ROG GX800

Dengan mechanical keyboard, selain jari-jari merasa nyaman merasakan “click” saat menekan tiap tombol keyboard, lampu LED yang terpasang di balik setiap tombol membuat pengalaman gaming maupun pekerjaan sehari-hari lebih menyenangkan.

Tombol W, A, S, dan D yang paling sering digunakan untuk memainkan game juga mendapatkan aksen warna berbeda agar terlihat lebih mencolok.

Tak kalah menarik, dalam paket pembelian notebook gaming ROG GX800 ini juga dilengkapi dengan mouse Gladius  yang didesain khusus untuk bermain game yang dapat diatur DPI-nya hingga 6400 dan cocok untuk main game First Person Shooter.

mouse gladius

Terdapat juga sebuah antena Wi-Fi eksternal yang menjamin konektivitas ke jaringan lebih baik agar tidak terjadi lag saat memainkan game online.  Menurut Asus, dengan antena eksternal ini penangkapan sinyal bisa meningkat hingga 50% dibanding jika menggunakan antena standar.

Dengan segala spesifikasi teknis tersebut, rasanya mata dan telinga benar-benar dimanjakan dengan performa game yang selama ini hanya bisa dinikmati di PC desktop.

FCPrimal-2017-Gameworks-On

Sangat menyebalkan saat kita harus menurunkan kualitas grafis demi kelancaran permainan bukan? Dengan ROG GX800 ini rasanya semua pengaturan grafis bisa digeser ke nilai maksimal tanpa harus kehilangan kenyamanan bermain game karena keterbatasan hardware.

BatmanAK-GameWorks-On

forhonor-graphic-settings

Menggeser seluruh pengaturan grafis pada suatu game mentok ke kanan adalah impian banyak orang, terutama penggemar game dengan antarmuka grafis yang menawan. Sayangnya, untuk mendapatkan seluruh fitur tersebut kita harus merogoh kocek sangat dalam karena harga notebook ROG GX800 ini cukup fantastis.

Namun bagi beberapa orang, kesenangan dan kepuasan dalam memainkan game adalah segalanya dan Asus memberikannya melalui produk notebook gaming ROG GX800 ini.

3 comments

This post has 3 comments, great!

  1. Q-thrynx 31/03/2017 at 06:49

    tuku leptop iki trus dipamerke, njajal wifi gratisan, trus mung mbuka fb.

    EPIC!!

    =))

  2. detnot 05/04/2017 at 09:10

    laptop seharga motor seport jeng, mantab

  3. Adham Somantrie 13/04/2017 at 11:36

    Aku ra mudeng. Apa enaknya main game pake laptop imut gitu? (Oke, ukurannya ga imut, tapi kecil tetep lah).

    Lah, aku main game balap sama Sonic (emulate Sega) di MacBook Pro aja tak colokin ke TV. Hahahaha…

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>