Freya, distro Linux terbaik untuk Desktop

September 21, 2015 | Linux | , , , , , ,

Freya bukanlah nama distro, melainkan nama untuk rilis terbaru dari Elementary OS (setelah Luna). Mulai saya pakai sejak bulan Juni 2013, ketika saya pindah ke divisi yang tidak membutuhkan aplikasi yang –waktu itu– hanya berjalan di Windows. Waktu itu nekat menggunakan Freya versi Alpha.

notebook-small

Sebelumnya saya penggemar berat Slackware dan turunannya. Beberapa tahun menggunakan Zenwalk dan Windows namun akhirnya bertekuk lutut setelah mencoba Freya yang merupakan turunan dari Ubuntu — padahal sebelumnya saya paling menghindari Ubuntu.

Saya rasa, saya berpaling karena kesederhanaan Freya.  Tidak adanya menu atau konfigurasi aneh-aneh, membuat saya mantab memutuskan menggunakan Freya sebagai OS sehari-hari saya. Untuk kerja, belajar, dan “bermain”.

Freya ini sebelumnya sempat akan dinamai Isis, nama dewi kuno dari Mesir. Namun seiring dengan naiknya popularitas (infamously) ISIS di Timur Tengah, developer Elementary OS memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Freya, nama dewi dari peradaban Nordic kuno.

2 comments

This post has 2 comments, great!

  1. Yugo 17/11/2015 at 14:39

    Akhirnya aku kembali lagi ke induk, Ubuntu. 🙁

  2. Mas Bro 17/11/2015 at 22:33

    Saya pernah pake elementary OS, tampilannya bagus kaya MAC OS, tapi agak ribet juga ya nyari drivernya

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>