Kapan Sebaiknya Minum Espresso?

February 24, 2015 | Kopi | , , , , ,

Jika Anda penggemar kopi, kemungkinan besar Anda pernah mencicipi espresso — atau paling tidak, pernah melihatnya.

Nah, kali ini saya akan membahas saat-saat yang tepat untuk menikmati segelas kecil espresso, dibandingkan dengan menikmati kopi dengan metode brewing yang lain seperti french press, pour over, tubruk, dan lain-lain.

espresso & flashlight

Berikut ini momen yang paling tepat untuk minum espresso berdasar pengamatan saya, yang tentu saja bisa berbeda dengan hasil pengamatan orang lain 😀

1. Saat terburu-buru

Sesuai sejarah penemuan espresso, minuman ini dibuat agar bisa dinikmati dalam waktu yang singkat. Konon katanya di Italia (saya belum pernah ke sana) pembeli masuk ke warung kopi untuk memesan espresso dan langsung meminumnya sambil berdiri, lalu membayar dan pergi.

2. Saat perut penuh, entah kenyang atau kembung

Jika Anda pernah merasakan hasrat ingin ngopi yang membuncah namun perut terasa sebah, itulah saat yang tepat untuk minum espresso. Ukuran gelasnya yang kecil (30 ml untuk single, dan 60 ml untuk double shot) akan masuk ke dalam perut tanpa perlawanan yang berarti jika dibandingkan dengan meminum segelas kopi saat perut sedang penuh.

Dengan kata lain, espresso bisa menghindarkan Anda dari perut kembung.

3. Saat tidak yakin dengan rasa kopi yang dijual di warung kopi

Tidak semua warung kopi menyediakan kopi yang rasanya enak. Daripada harus menghabiskan segelas kopi yang rasanya tidak sesuai harapan, sebaiknya memesan espresso agar bisa langsung habis dalam 1-2 tegukan.

Jika penjaga warung kopi tidak mengerti apa itu espresso tetapi paham americano, latte, dan kapucino; beritahukan kepada penjaga warung bahwa Anda memesan kopi americano tanpa dicampur air panas dan gula. Begitulah trik yang saya temukan saat membeli kopi di warung franchise roti bundar di stasiun kereta api.

Nah, demikianlah ulasan saya tentang saat yang tepat untuk minum espresso.

Jika Anda kebetulan mendapatkan kopi single origin dari suatu daerah tertentu, saya lebih menyarankan untuk menikmatinya dengan metode brewing seperti french press, pour over, syphon, atau kopi tubruk.

espresso cake

Yang penting adalah apapun metode brewing yang Anda pilih, tetaplah ingat bahwa kitorang samua basudara!

6 comments

This post has 6 comments, wow!

  1. antyo 24/02/2015 at 19:18

    Kalo cairan kopinya pekat, bikin mules, apapun namanya, saya ndak suka. 🙂

  2. detnot 24/02/2015 at 19:28

    Kalo ditambah es enak gk jeung?

  3. dwimon 25/02/2015 at 17:30

    wah kalo saya malah minum espresso setiap malam 😀

  4. Q-thrynx 27/02/2015 at 09:04

    minum espresso itu harus ditemani senter ya Yen? 😀

  5. nonadita 17/03/2015 at 09:58

    Akoh sekarang kl minum kopi hitam setelah jam dua siang, malemnya mesti deg2an… 😥

  6. Luciouso 24/06/2015 at 16:41

    Ada juga “barista” yang ngga pernah tau apa itu espresso. Dia mengenalnya sebagai sari kopi. 🙁

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>