Yeni Setiawan


Mengenal apa itu deep web

19 March 2014 13:42:21 WIB, under category Daily

Beberapa hari yang lalu, Jeng Detnot tiba-tiba nge-YM saya dan nanya tentang deep web dan surface web. Setelah googling bentar untuk nyari tahu konteks pertanyaannya, akhirnya bisa sedikit menjawab pertanyaan ybs :D

Ilustrasi deep web
Gambar ngambil dari http://www.legaltechnology.com

Dan mungkin the law of attraction sedang berlaku, beberapa hari ini topik deep web tersebut sering nongol di sekitar saya. Baik itu tweet di timeline Twitter atau di artikel-artikel online yang saya baca. Jadi tak ada salahnya jika saya membuat rangkuman mengenai apa itu deep web serta penjelasan manfaat dan mudharatnya.

Bakal agak panjang, klik read more dulu deh ya :)

Apa itu deep web?

Seperti kita tahu, informasi di internet jumlahnya amat tidak terbatas. Sebenarnya terbatas sih, karena yang tidak terbatas hanya Tuhan. Tapi karena capek ngitungnya dan ga tau di mana ngitungnya, kita sebut saja tidak terbatas.

Anda mau nyari informasi apa? Tinggal ketik di mesin pencari seperti Google atau Duck Duck Go dan jreeeeng… muncul ratusan, ribuan, bahkan jutaan informasi hasil penelusuran mereka. Tapi tahukah Anda bahwa sebanyak-banyaknya informasi yang ada di search engine itu, masih lebih banyak lagi informasi yang belum ada di catatan mereka?

Dalam beberapa tulisan tentang deep web, disebutkan bahwa informasi yang bisa kita cari di mesin pencari tersebut kurang dari 10% dari total seluruh informasi yang ada di internet. Lha yang 90% ke atas ada di mana? Dimakan buto ijo?.

Mesin pencari, mari kita sebut saja Google, hanya menelusuri halaman-halaman web yang oleh pemiliknya diijinkan untuk ditelusuri. Jika pemiliknya tidak mengijinkan, tentu saja Google tidak akan menelusurinya dan tidak mengetahui adanya data tersebut.

Seperti analogi sensus penduduk, petugas sensus hanya mencatat sesuai pernyataan dari kepala keluarga yang dikunjungi. Jika pemilik rumah ternyata memiliki banyak anak yang selama bertahun-tahun hidup bahagia main PS di ruang bawah tanah –dan tidak dilaporkan kepada petugas– maka petugas sensus tidak akan mengetahuinya.

Nah, informasi yang “tidak terlihat” inilah yang disebut sebagai deep web.

Informasi apa saja yang ada di dalam deep web?

Bermacam-macam, mulai informasi positif, informasi abu-abu hingga informasi mengerikan ada di deep web. Meskipun sebenarnya informasi-informasi tersebut sebenarnya ada juga di surface web, lawan dari deep web.

Contoh gampang informasi yang ada di deep web ini misalnya inbox email kita, informasi saldo bank di internet banking, dan informasi-informasi lainnya yang untuk mengaksesnya membutuhkan username dan password tertentu.

Berikut ini contoh informasi yang masuk kategori deep web juga. Misalnya data di http://data.kpu.go.id/dps.php. Silahkan pilih Provinsi, lalu Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Di situ ditampilkan nama calon pemilih, nomer KTP (yang disamarkan), tempat lahir, jenis kelamin, dan nomer TPS yang akan digunakan.

Informasi di atas tidak akan ketemu jika dicari di Google atau mesin pencari yang lain, namun bisa dilihat jika kita tahu URL (alamat) webnya dan langkah-langkah untuk menampilkan data tersebut. Sederhana bukan?

Itu tadi contoh informasi “positif” yang ada di deep web. Selain informasi positif, tentu saja ada informasi negatif juga yang tersimpan di deep web, menunggu untuk ditemukan (atau sengaja disembunyikan biar tidak mudah ditemukan).

Masuk lebih dalam lagi

Dalam contoh yang saya berikan sebelumnya, informasi tersebut bisa diakses menggunakan browser apa saja selain Internet Explorer selama Anda tersambung ke internet.

Namun ada juga informasi/halaman web yang membutuhkan software tambahan atau cara khusus untuk mengaksesnya. Sebut saja TOR, sebuah software semacam VPN yang memungkinkan kita mengakses internet secara anonymous. Tak hanya membuat kita menjadi anonim, dengan menggunakan TOR kita bisa mengakses sebuah “alamat khusus” yang tidak bisa diakses di luar jaringan TOR.

Informasi yang hanya bisa diakses menggunakan software atau cara khusus inilah yang biasanya disebut sebagai dark net. Isi dark net sendiri juga tidak melulu hal-hal jelek, ada juga yang buat lucu-lucuan kayak gini. Sebelum membuka link tersebut, pastikan Anda telah tersambung ke jaringan TOR ya :)

Kesimpulan

Menurut saya, penggunaan istilah surface web, deep web, maupun dark net sebenarnya tidak berdasa konten yang ada di dalamnya tetapi lebih kepada nampak atau tidaknya suatu informasi oleh publik.

Lalu kenapa deep web atau dark net terlihat lebih kelam dan konon banyak digunakan untuk tindak kejahatan? Seperti halnya di dunia nyata, jalan yang gelap dan sepi cenderung tidak aman dan dipilih oleh para pelaku kejahatan.

Bonus

Jika Anda penasaran untuk melihat isi dari http://cvkeekwpda2xusol.onion/ namun tidak tahu atau tidak mau menginstal TOR, Anda bisa menggunakan layanan tor2web.org.


5 Comments so far..

  1. andry
    19 March 2014, 14:49:09 WIB

    manstabbb mas yeni…
    jadi tau ……..

  2. detnot
    20 March 2014, 08:21:13 WIB

    makasih jeng sendal,
    btw ane tetep merasa begitu naif jeng,

    di damainya alam ini gk nyangka di “sana” jual beli bayi, anak, perempuan, senjata, narkoba dll udah kaya orang jualan kelontong aja :(

    dan itu ada jeng :(

  3. Q-thrynx
    20 March 2014, 11:23:21 WIB

    nice post…
    jadi nambah ilmu. hambok sering-sering nulis sing ngene iki…
    :)

  4. Frans Landau
    21 March 2014, 18:13:06 WIB

    Tempo hari saya mau nge-set blog saya jadi ndak bisa diakses oleh mesin pencari. Tapi setelah dipikir-pikir, toh saya curhat di blog juga pakai pseudonim. Jadi sekalian berbagi lah, tidak jadi dibuat “privat”.

    Baidewei, bonusnya hahahaaaa… :D

  5. rudiharto
    14 August 2014, 12:00:54 WIB

    Haahaha, Aku tengok mas.

RSS for comments TrackBack URL

Leave a comment or two

Allowed tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>