Makan Apa di Cirebon?

October 13, 2016 | Daily | , , , , , , ,

Dua minggu yang lalu kami ke Cirebon untuk menghadiri pernikahan Agung. Salah satu pertanyaan yang terlintas di kepala saat itu adalah makanan apa yang perlu kami coba di kota –yang oleh Thomas Stamford Raffles sering ditulis sebagai Tjeribon (Ceribon) di bukunya yang berjudul History of Java– tersebut.

Beberapa teman menganjurkan untuk mencoba nasi jamblang, empal gentong, maupun menu-menu yang lain; sebagaimana yang dianjurkan oleh situs-situs  kuliner yang kami temukan dari hasil pencarian di Internet.

Karena tidak mau dibingungkan dengan pilihan tempat makan yang terlalu banyak, akhirnya kami memutuskan untuk makan di sembarang tempat yang kami temukan karena menurut kami semua tempat pasti memiliki corak rasa berbeda.

Dan inilah beberapa tempat yang kami coba dan rasanya menggugah selera. Tak perlu bingung bagaimana menuju ke tempat-tempat tersebut karena di Cirebon angkot lewat hampir setiap 5 menit, menyenangkan bukan?

Warung Siliwangi

Sesuai namanya, Warung Siliwangi ini terletak di Jalan Siliwangi, tepat di sebelah Hotel Sidodadi.

warung siliwangi cirebon

Warung ini sebenarnya warung makan biasa, tetapi mengingat Cirebon berada di kawasan pantai utara Jawa, banyak pilihan masakan hasil laut yang disediakan.

Saya mencoba sate udang yang ukuran udangnya di atas rata-rata, rasa dagingnya maniiiiis. Iya, manis. Manis karena dagingnya masih segar.

Bayangkan, empat udang seukuran jempol kaki dalam setiap tusuknya.

Sop Bubur Ayam

Sesuai namanya, sop bubur ayam adalah makanan generik yang bisa ditemukan di banyak tempat di Cirebon. Kebetulan saya menemukan warung kecil yang menjual sop bubur ayam ini di sebelah pintu keluar Pantai Pejawanan ketika menunggu angkot lewat.

sop bubur ayam cirebon

Sepintas tampilannya mirip sop/soto ayam pada umumnya dengan hiasan irisan tomat segar. Yang membedakan adalah penggunaan bubur beras sebagai pengganti nasi dan cita rasa tauco yang segar di kuahnya.

Rasa kuah berbumbu tauco tersebut mengingatkan saya kepada rasa swike Purwodadi yang legendaris.

Nasi Jamblang

Tadinya saya mengira nasi jamblang adalah menu khusus tetapi ternyata warung nasi jamblang ini hampir mirip dengan angkringan/warung hik yang banyak terdapat di Jogja maupun kota-kota lain di Jawa Tengah. Karena beda kultur maka beda pula cara penyajian dan menu makanannya.

nasi jamblang cirebon

Di warung nasi jamblang, nasi dibungkus kecil-kecil dengan daun jati dan dimakan dengan bermacam lauk-pauk. Yang paling khas adalah tahu dan daging ikan asin (dipotong kecil-kecil) yang digoreng kering.

Mie Koclok

Salah satu teman berkata bahwa mie koclok adalah makanan yang wajib dicoba saat berkunjung ke Cirebon. Sayangnya waktu sudah tidak memungkinkan untuk berburu mie koclok karena saat itu rombongan harus buru-buru balik ke Jogja.

Tapi namanya jodoh, mobil rombongan kami parkir tepat di depan warung mie koclok ketika kami berhenti di toko oleh-oleh di Jalan Siliwangi!

warung-mie-koclok-jalan-siliwangi-cirebon

Sambil menunggu rombongan yang sedang belanja oleh-oleh, kami (saya dan istri) memesan sepiring mie koclok untuk kami makan berdua karena sebelumnya sudah makan di Tomodachi.

mie-koclok-cirebon

Kuahnya berwarna putih dan terbuat dari tepung beras dan santan. Cita rasa yang ringan membuat mie koclok ini enak disantap tanpa takut perut terasa penuh.

 

Nah, demikianlah makanan-makanan yang sempat kami nikmati sewaktu datang ke Cirebon. Saat pulang ada sedikit penyesalan karena belum sempat mencicipi bakso Cirebon. Penasaran aja sih, bagaimana rasa bakso Cirebon 😀

1 comment

This post has one comment

  1. Tiga Tempat Menarik untuk Dikunjungi Saat Berlibur di Sanur Bali – sandalian.com 09/11/2016 at 17:55

    […] penutup, jangan lupa membaca juga tulisan saya mengenai tempat-tempat makan di Cirebon yang layak Anda […]

 

Leave a comment

Allowed tags are: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>