Yeni Setiawan


Bersosialisasi untuk Indonesia

22 October 2010 23:00:44 WIB, under category Sejarah Keren

Beberapa tahun yang lalu, untuk mengadakan kegiatan kumpul-kumpul bisa dibilang prosesnya ribet. Selain harus menghubungi satu persatu peserta, baik lewat surat, telepon atau didatangi satu persatu, kegiatan paska acara pun tak kalah ribetnya. Seperti misalnya pembagian foto-foto dokumentasi, laporan pertanggungjawaban dan ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta.

Tapi jaman sudah jauh berubah sejak adanya internet. Terutama sejak maraknya website media sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter atau website serupa dalam bungkus lokal seperti Fupei dan Koprol.

sosialJaman sekarang, untuk menyelenggarakan suatu acara kita tinggal membuat sebuah agenda di Facebook, membuat halaman RSVP, update status kegiatan per hari bahkan per detik, juga foto-foto kegiatan yang bisa dengan mudah diupload di galeri foto. Laporan pertanggung jawaban pun tak kalah mudahnya diupload melalui fitur Notes yang ada di website tersebut.

Tak hanya bisa diakses lewat PC atau laptop, siapapun bisa mengakses website tersebut melalui ponsel dengan harga murah sekalipun. Kemajuan ini sungguh luar biasa, dan akan sangat sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ibarat pembangunan suatu peradaban, jalan raya sudah dibangun dengan luas dan  mudah dilalui.

Sekarang tergantung manusia selaku pengguna teknologi. Akankah teknologi ini menjadi sesuatu yang digunakan untuk hal biasa-biasa saja, ataukah digunakan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa?

Yang menggembirakan adalah adanya pihak-pihak yang mulai menggunakan website media sosial untuk hal-hal kemanusiaan. Mulai gerakan Coin a Chance, Coin for Prita dan yang  lainnya.

Dengan media internet, terutama situs jejaring sosial yang bisa dipastikan dibuka oleh kebanyakan pengguna internet setiap harinya, gerakan sosial ini akan semakin membesar dari hari ke hari. Jika kita tidak bisa berpartisipasi dengan uang atau material lainnya, kita cukup mengeklik tombol “Like” sebagai bentuk partisipasi.

Dan tanpa kita sadari, ratusan teman (bahkan ribuan) yang ada di dalam daftar pertemanan di website sosial media tersebut akan ikut melihat apa yang kita lakukan dan mengetahui gerakan tersebut. Satu klik saja dan kita telah menyebarkan berita ke ratusan bahkan ribuan orang di sekeliling kita.

Ini potensi yang sangat luar biasa bukan? Bahkan jika kita tidak bisa terlibat langsung dalam suatu gerakan, dukungan berupa satu klik sudah membantu publikasi yang luar biasa.

Tag:  #pb2010 #xlcontest


Buah Delima

01 October 2010 04:12:15 WIB, under category Sejarah Keren

delima kecilBuah delima adalah salah satu buah kesukaan saya karena waktu kecil dulu pernah punya pohon delima di samping rumah dan selalu excited ketika pohonnya berbuah. Bahkan hingga saat ini saya masih hafal aroma bunga delima pas saya pritili satu persatu kelopak bunganya.

Kebetulan kemarin pas lagi jalan-jalan di Carefour bareng Puan Peri, saya lihat ada buah delima ini di tempat buah-buahan. Sebijinya antara 5-8 ribu, tergantung ukuran. Akhirnya saya beli satu karena terakhir makan delima mungkin jaman SD dulu. Minum jus delima botolan yang terkenal itu rasanya belum bisa menggantikan kenangan tentang buah delima ini *halah*
(more…)


Penjual Bambu

30 June 2010 05:07:14 WIB, under category Sejarah Keren

Ketika pulang kampung kemarin, saya sampai di kota kelahiran saya dan turun dari bus sekitar jam 5 pagi kurang sedikit. Dari pemberhentian bus masih beberapa kilometer lagi untuk mencapai rumah saya. Karena masih cukup pagi, saya tidak ingin membangunkan kakak saya untuk sekedar menjemput. Toh saya nanti bisa naik ojek di jalan masuk ke desa tempat orang tua saya tinggal.

Setelah berjalan kaki sekitar setengah jam, saya sampai di jalan masuk menuju kampung saya. Ternyata pangkalan ojek masih sepi, dan tidak ada tanda-tanda kendaraan yang lewat. Akhirnya saya putuskan untuk berjalan kaki saja, toh hanya beberapa kilometer jaraknya.

Sambil berjalan kaki dan menikmati udara pagi yang sangat segar, saya sedikit bernostalgia dengan jalan yang saya lewati. Dahulu kala, ini jalan yang saya lewati sehari-hari untuk berangkat dan pulang sekolah. Sekarang jalannya di-cor beton karena aspal tidak mampu menahan pergerakan tanah yang labil.
(more…)


Hadiah Ulang Tahun

20 June 2010 07:58:45 WIB, under category Sejarah Keren

Kalau ditanya apa hadiah ulang tahun paling berkesan tahun ini, jawabannya sederhana. Yaitu munculnya kampung saya di Google Maps dengan tampilan yang jauh lebih jelas dari sebelumnya :D


View Larger Map

Semaleman bernostalgia tentang sungai, kuburan, sawah dan tempat-tempat lainnya yang sering saya jadikan tujuan bermain waktu kecil, atau sekedar berburu burung menggunakan ketapel. Sadis? Tenang saja, seumur-umur peluru ketapel saya baru satu kali saja mengenai burung. Itupun burungnya terbang lagi!


Candi Sukuh di Purwodadi?

19 June 2010 03:38:40 WIB, under category Sejarah Keren,To Think Of

Saya tadi sedang kelayapan di dunia antah-berantah, kemudian menemukan tautan dari sebuah website dari Belanda yang menyimpan banyak foto-foto dari jaman kolonialisme.

Iseng saya masukkan kata kunci “grobogan”, nama kabupaten tempat orang tua saya tinggal, dan kagetlah saya karena ada 28 foto yang muncul di halaman tersebut. Dan yang paling bikin saya penasaran adalah munculnya foto sebuah candi dengan keterangan “Tempel te Soekoeh bij Poerwodadi” atau “Candi Sukuh di Purwodadi”.

Candi Sukuh

Saya jadi penasaran, jangan-jangan orang Belanda ini salah dalam memasukkan kategori foto atau mungkin dahulu kala negatif fotonya tertukar dengan dokumentasi perjalanannya ke Tawangmangu? Atau bisa jadi ada cerita berbeda mengenai candi ini yang tidak saya ketahui.

Saya  telah meninggalkan komentar di halaman tempat foto tersebut ditampilkan, semoga ada balasan.

Note: gambar di atas merupakan screenshot layar dari tampilan halaman ini, foto Candi Sukuh pada tahun 1930.


Global Positioning System

16 June 2010 03:16:06 WIB, under category Sejarah Keren

i-GotU GPS Logger & SE M600iSaya termasuk manusia dengan sistem navigasi jelek. Meskipun telah melewati suatu jalur berkali-kali –apalagi kalau nebeng atau mbonceng– tidak akan menjamin bahwa saya ingat jalan tersebut, terlebih lagi jika di tempat-tempat baru. Karena itu saya sangat menggemari teknologi positioning karena teknologi tersebut sangat membantu saya.

Asyiknya, saya tidak butuh perangkat GPS mahal-mahal untuk memanfaatkan teknologi positioning tersebut. Saya cukup menggunakan ponsel yang diinstal Google Maps di dalamnya dan saya ready to go. Bahkan ponsel tidak perlu ada modul GPS di dalamnya, bisa segala jenis ponsel selama bisa diinstal Google Maps karena Google Maps menggunakan teknologi Location Based Service.

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan modul GPS merk i-GotU dari My Digital Life sebagai hadiah kuis. Perangkat ini hanya berfungsi sebagai data logger dan modul GPS, jadi sama sekali tidak ada layar untuk melihat-lihat sesuatu. Tombolnya saja cuma satu, bulet gede di tengah :D
(more…)


Dari kota hingga ke pelosok desa

09 May 2010 08:57:15 WIB, under category Sejarah Keren

Pada hari Sabtu pagi kemain, sekitar jam 03.00 saya berangkat ke Kaliurang, nyusul beberapa teman yang sudah datang sejak sore sebelumnya. Namun ketika sampai villa tempat mereka menginap, ternyata tidak ada orang samasekali dan villa dalam keadaan terkunci. Info yang saya dapatkan via sms adalah mereka sedang jalan-jalan malam ke Goa Jepang yang tidak jauh dari villa tersebut.

Daripada sendirian di villa, saya putuskan untuk menyusul mereka. Tadinya berpikir untuk mengendarai motor saja, namun rasanya terlalu berisik di pagi sebuta itu. Jadinya motor saya parkir di villa, baru kemudian jalan kaki menuju lokasi Goa Jepang. Namun yang menjadi masalah adalah saya tidak mengetahui kemana arah menuju Goa Jepang dari tempat saya berada!
(more…)


Memutar Rumah

13 December 2009 05:20:33 WIB, under category Sejarah Keren

Selama ini saya lumayan sering main beberapa game yang ada obyek berupa rumah, rumah tersebut bisa diputar (rotate) sesuai keinginan saya. Maksudnya agar lebih menarik, menghadap jalan atau karena alasan lainnya.

Nah, besok saya akan memutar rumah lagi. Tetapi kali ini rumah beneran. Jadi rumah orang tua saya akan diputar, dari menghadap ke utara menjadi menghadap ke barat. Alasannya karena pekarangan rumah yang dulunya luas sekarang ditempati oleh rumah Mas Wik, kakak saya. Jadi rumah akan diputar agar menghadap ke jalan kecil yang ada di sebelah barat rumah saya.

Tentu saja memutarnya tidak semudah klik suatu menu lalu pilih menu rotate. Butuh beberapa manusia untuk menurunkan genteng, melepas papan-papan dinding baru kemudian memutar kerangka rumah dan memasang kembali papan-papan dan genteng rumah.

Rasanya tidak sabar menunggu beberapa jam lagi, saya akan pulang ke rumah orang tua untuk memutar rumah dan menengok sapi.


Ke Cakra Surya Lagi

27 August 2009 01:57:16 WIB, under category Sejarah Keren

Impian saya untuk kembali ke Cakra Surya, akhirnya kesampaian juga. Hal itu bermula ketika Kenz mengajak jelatawan-jelatawati Cahandong untuk naik ke Gunung Lawu dalam rangka tujuhbelasan, tanggal 16-17 Agustus kemarin.

Nyaris berakhir di inbox, akhirnya saya berangkat berdua bareng Peri Kecil (ihiiiy) pada tanggal 16 Agustus. Rencana berangkat pagi gagal karena belum mendapatkan kompor gas juga beberapa logistik lainnya. Niatnya kami akan ketemu dengan Kenz di Cemoro Kandang karena dia berangkat dari Solo.

di warung Mas ArisTanpa perlu menceritakan panjang lebar rute perjalanan dari Jogja ke Tawangmangu, akhirnya kami sampai di Cemoro Kandang. Kami mampir di warung Mas Aris –yang legendaris– untuk sekedar mengisi perut sebelum memulai perjalanan panjang.

Satu porsi rica-rica dan satu porsi pecel cukup mengenyangkan, ditutup dengan segelas teh panas manis.

Di situ kami mencoba menghubungi Kenz, tapi ternyata hape kami tidak menerima satu sinyal pun. Akhirnya kami memutuskan naik dengan harapan ketemu Kenz di suatu tempat di atas gunung. Sekitar jam 16.30 WIB kami melapor ke basecamp dan memulai perjalanan.

(more…)


Nostalgia Harvest Moon

04 July 2009 03:42:22 WIB, under category Sejarah Keren

Harvest moonSudah lama saya mencari game padanan Harvest Moon yang bisa dijalankan di PC, tetapi sampai sekarang belum menemukan yang tingkat keasyikannya mendekati Harvest Moon versi PSX. Satu-satunya cara untuk menikmati game ini di PC adalah menggunakan emulator.

Sayangnya ketika emulator saya jalankan, muncul pesan error. Entah emulatornya belum stabil ataukah ada yang salah di file image yang saya buat.

Sepintas mungkin mirip game The Sims, tetapi game The Sims hanya menarik di bagian ‘woohoo’ saja, selain itu membosankan.

Semoga Natsume ada niat untuk membuat game ini agar bisa dijalankan di PC juga, tidak hanya di console.


« Newer Posts Older Posts »